Ya atau tidak?

Saya mencoba membayangkan sebuah pantai tanpa pelindung,

Sudah jelas pantai dengan perlahan akan terkikis, dan Air laut masuk sebegitu mudahnya ke pemukiman penduduk,,ekosistem pantai rusak, tidak ada regenerasi mahluk yg hidup disekitar pantai,

Dan meski terlihat pantai, tapi jelas itu bukan pantai yang indah dan sehat.

Kurang lebih seperti itulah manusia baik yang hidup tanpa pelindung,

Pelan tapi pasti,

Perlahan-lahan jiwa baiknya terkikis oleh sisi negatif dunia,

Setiap hari sudah jelas,

Dunia tak bersahabat dengan kita,

Masalah pekerjaan, keluarga, cinta, sudah dirancang sedemikian rupa untuk membuat kita terus berpikir,

Membuat otak yang sudah dianugrahkan Tuhan untuk kita terus bekerja,

"bagaimanakah seharusnya hidup yang aku jalani berjalan"

Tanpa masalah, kita tidak akan pernah dewasa,

Lari dari masalah membuat kita dipertemukan dengan masalah yang lebih besar,

Keluar dari aturan membuat kita susah..

Tapi pertanyaannya sekarang,

"aturan apa yang kamu takutkan di kehidupanmu?"

Aturan manusiakah?

Kalau takut,

Tanyakan pada diri kita masing2,

Kenapa harus takut menghadapi kekuasaan manusia?

Bukankah kekuasaan seseorang itu tidak berlaku, kalau kita tidak mengakui kekuasaanya?

Kenapa harus sedih ketika direndahkan oleh manusia?

Kenapa harus takut untuk perubahan kalau memang sudah jelas tempat itu sudah tidak baik?

Kenapa harus sendirian melawan ketidakadilan,padahal kamu punya kekuatan untuk menggerakkan perubahan?

Kenapa harus ikut2an sombong, angkuh dan pura2 jahat untuk memudahkan Jalan?

Dunia sudah buruk dengan orang-orang yang kejahatannya mengakar dijiwa,

Dunia tidak butuh lagi seseorang yang akan menambah hitamnya dunia,

wahai sahabatku,

Pilihan itu ada ditanganmu,

Memperlakukan teman-teman yang sudah membantumu sampai titik ini seperti kacung bodoh yang bisa ditendang kapan saja,,,

Atau tetap seperti sahabat yang aku kenal dahulu..

Memperlakukan sesama dengan baik dan penuh rasa kasih,

Memberikan senyum terbaik dan nada ramah yang membuat simpati untuk mendekat dan membantu..

Tanpa perlu diminta..

Tanpa perlu nada tinggi..

Tanpa perlu bersikap bossy..

mungkin tanaman bakau jiwamu sudah rusak sekarang,,

Sangat rusak,

Pantai jiwamu nyaris mati..

Tapi aku akan membagi bakau ku..

Mungkin butuh waktu untuk menumbuhkan mereka sebelum jiwamu menjadi asin seperti air laut..

Tapi setidaknya, kamu tidak akan menjadi benar- benar asin seperti mereka,

Bakau itu akan segera tumbuh..

Jika kamu memberikanku kesempatan untuk menanamnya di jiwamu yang mulai keruh seperti air laut..

Tapi sekali lagi sahabatku,

Pilihan itu ada ditanganmu..

Sent from my Nokia phone

Advertisements
This entry was published on December 6, 2012 at 1:51 pm and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: