Ketika Dee bercerita…..

mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia – sia

Yak!begitu gw buka cover kumpulan cerpennya Dewi Lestari, gw langsung diserang kata – kata yang maknyoss!! langsung ke hati…

Hm,,, sebenernya buku ini udah gw beli sebelum film Rectoverso mau rilis,,
dan sebagai orang yang lebih suka baca daripada nonton, pas kemaren nggak sempet nonton Rectoverso, rasanya nggak sedih – sedih banget sih…

cuma sayang aja, karena nggak bisa full feeling di semua produk Rectoverso ini..

Di kumpulan cerpen karya Dee ini, yang paling berkesan buat gw ada tiga,
” Peluk” , ” Firasat ” , sama yang cicak di dinding itu…

Tapi kalo suruh milih diantara tiga itu, gw milih ” Peluk ”

dalam ” Peluk ” dikisahkan ada dua orang yang lagi berhadapan, galau, dan suasananya nyesek banget, eum,,, pokoknya ngiris – ngiris hati deh..

entah sih di dunia nyata gimana kalo ampe kejadian beneran..
tapi kayaknya jarang ada cerita cinta yang udah berjalan cukup lama, kemudian harus berakhir, terus selesai hanya dengan peluk.

( yang ada pasti teriak – teriak saling menyalahkan, lempar piring, banting pintu, atau tau – tau pergi tanpa penjelasan….)
michan : ” kamu kayaknya tau banget bebh,,, “
me : ” efek sering baca novel bebh….”

secara pribadi, gw ga bisa ngebayangin sesimpel itu..

tapi mungkin bener juga rasa yang gw tangkap di cerpen itu, ibarat aliran, cerita cinta yang udah lama itu kayak air,, yang udah pernah ngerasain hanyut di sungai, jatuh di air terjun, terpecah oleh bebatuan di kali, mulai dari riak air yang   tenang sampai deras kayak riam jeram nya citatih …

dan air, pasti muaranya ke laut,,,
di kisah itu, entah si pria atau si wanitanya yang merasa kalau semuanya itu ibarat air yang udah sampai ke laut. the end. udah ga menarik lagi ceritanya.

bikin gw mikir,
kalau di dunia nyata, apakah sesimpel itu yang namanya kisah cinta?

well,, iya juga sih, lucu kadang bagaimana kita ngeliat orang yang lebih berpengalaman dari kita pada akhirnya memutuskan untuk berpisah..,,,,padahal mereka udah diikat dalam janji suci pernikahan,,,padahal mereka awal mulanya nggak pernah bosan untuk bertemu,,, bertukar pikiran,,,,
lalu tiba – tiba *PHAW!!! seseorang diantaranya bisa ngomong “jangan temui aku lagi” atau “jangan sentuh aku lagi “

michan : ” Jangan sentuh aku lagi “( buang muka ke kiri, tangan kanan pasang pose ‘jangan’ ) ; 
me : *ga nyentuh, tapi nusuk – nusuk pake piso*

hm.. cerpen yang berjudul ” Peluk ” itu, entah bagaimana caranya menyadarkan gw,

bahwa apapun itu,

seindah apapun yang kita jalani dan miliki ada di dunia ini,

mungkin akan ada saatnya harus berakhir,,, entah disaat kita siap menghadapi itu,

atau tidak sama sekali.

-ayudevi_wiharjo-

Advertisements
This entry was published on March 9, 2013 at 7:02 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Ketika Dee bercerita…..

  1. Nanceppppppppp cepppp ceppppp….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: