Ayudevi Story :

Mas Trainer Ngajak Saya Ribut?

Pagi itu,
Disebuah ruangan besar,
Gw dan gadis-gadis cantik lainnya mendengarkan pak trainer muda ganteng sebelum acara training dimulai.

Yeah, u know lah..
Biasanya klo ngikutin acara begitu kan ngeboringin, kami butuh pemanasan..

Hei, hei, hei.. Jangan berpikir kesana ok?

Long story short, the trainer asked to us,

"Buat barisan dengan ketentuan yang saya minta"

Ketentuan pertama,

"Barislah berdasarkan tanggal lahir, Dan yang angkanya paling kecil, berada dekat dgn saya…"

Jujur gw blum kenal satu sama lain diruangan itu, dan…

Gw tw maksud dari bebaris dgn ketentuan ini adalah supaya ada topik, untuk mengenal satu.sama lain..

So I enjoy the games, until the trainer said, "sekarang berbaris berdasarkan jumlah mantan dan jumlah pacar yang anda miliki…yang paling sedikit mantan dan pacarnya, berada dekat dgn saya…."

Ok. Ini jokes,
Dear God, terimakasih sudah mengirim trainer 'kreatif' ini dengan aturan-aturan 'menakjubkannya' disaat seperti sekarang.

Thank you, so much.

Lalu gw menuju ke dekat trainer itu. No. Dia udah nggak ganteng lagi menurut gw. Rasanya pengen nyongkel otak dan ngasih itu ke komplotan zombie klo bisa, tapi kekerasan sadistis kabarnya dapat hukuman mati, dan gw nggak mau berakhir Di kursi listrik dengan rambut ngejegrak dan kulit gosong karena disetrum, no way. Klopun gw harus mati suatu saat nanti, gw mw mati dengan cara yang cantik dan baik… šŸ™‚

Yes. Gw berdiri paling depan,
Dan trainer mulai bertanya,

"mantan ada berapa?"

Satu.
Jawab gw tanpa suara, mengacungkan jari telunjuk gw. Bersyukurlah gw nggak mengacungkan jari tengah ke itu trainer.

"Pacar?", tanya trainer itu lagi.

Gw tersenyum, lebih tepatnya nyengir, menggeleng dengan mantap, "nggak ada.."

And then trainer-cowok-nyebelin itu menepuk bahu gw, perlahan..

"Sabar yah…"

Gw memutar mata gw dengan.sebal ketika dia melewati gw.
Hei. Apa yang salah dengan menjadi jomblo?

Trainer itu terus bertanya kebelakang, sampai akhirnya ia bertanya pada gadis yang paling muda,

Dan menjawab bahwa mantannya sudah 12.

What the hell.. Dari penampilannya, gw yakin Usianya pasti belum 20,,

Dan bener aja loh, usianya baru 19, tapi… Jumlah pengalaman cintanya udah nyaris setengah dari umur gw…

Sejak kapan dia mulai pacaran?

Dan itu hati bentuknya kayak gimana yak? Yang satu kali patah hati aja kayak gw ancurnya, gimana dia?

Sepanjang gw ditraining, pikiran gw melanglang buana ntah kmana, sabodo teing lah..sempet mikir, knapa sih ngilangin tuh mahluk dari kepala gw kayanya susah bener.

Well, ada tiga hal yang bikin gw lebih sulit melupakan dia daripada dia yang ( katanya ) udah bisa jalan santai sama cewek-cewek baru.

Pertama, wanita itu takdirnya multitasking. Sesibuk apapun seorang cewek, ada bagian otaknya yg inget sama hal2 lain. Itulah sebab, seorang cewek bisa jawab telepon sambil ngetik komputer sekaligus lihat berita gossip. Atau keingetan klo kelinci peliharaan di Rumah udah kehabisan *Hattori, jadi kayaknya emang harus super duper sibuk buat nggak ngasih kesempatan bayangan si masa lalu ke otak gw.

Kedua, he's my first love, first boyfriend, mungkin itu juga sebabnya, gw jadi nggak punya pembanding, pengalaman gw sedikit dan gw butuh ekstra keyakinan, klo semua ini bakal berlalu, bahwa semua ini akan baik-baik saaajaaaaahh~~~ *nyanyi pingkan mambo*. Dan gw ( mungkin ) bisa jatuh cinta lagi. Well, jujur gw akui gw agak kurang yakin sama cinta sekarang. Pada dasarnya gw pengen punya cowok itu satu untuk selamanya, hahahaha, sayangnya dunia ini terlalu dinamis. Bahkan untuk hal yang baik-baik saja bisa berubah 180 derajat. Dia memang nggak merobek keperawanan gw, tapi dia udah merobek kepercayaan gw untuk mencintai dan mempercayai orang lain..#tsaaaahhhh#
Menyedihkan banget yak, wkwkwkwkwkwk.

Ketiga. Gw sudah terlalu lama sama dia.
Well, dari umur gw sekarang, ada seperempat hidup gw yang ada dianya. Mulai dari kuliah, tau rasanya honor freelance, bantuin gw skripsi, wisuda gw, wisuda dia, jadi pengangguran, jadi karyawan, ngerayain gaji pertama, mengunjungi tempat-tempat baru, naik angkot bareng, bus bareng, boncengan motor bareng. Dan hampir keluarga dan temannya, minimal gw kenal. Bisa dibayangin kota Jakarta yang tadinya gw pikir itu kota Besar, jadi berasa sempit karena jalur yang sampai sekarang gw lewatin, adalah jalur yang pernah gw lewatin juga sama dia selama 6 tahun 8 bulan. Waktu awal-awal minggu pertama gw putus, gw sempet ngarep klo ada mutasi karyawan. Yang penting jauh-jauh-jauh deh dari Jakarta. Ya gimana nggak desperate, tiap ketemu sama temen, setelah nanya kabar dan ngobrol ngalor ngidul adalah, "Gimana, masih sama si M? Kapan nih ngasih undangan?".

Well, tapi dari semua penyebab yg udah gw sebutkan diatas. Gw juga amazing klo gw masih bernafas sampai sekarang. AHAHAHAHA.
Sakit? tentu, banget,,, ada fase-fase di hidup gw yang gw jalanin kayak manusia sampah di minggu pertama sampai minggu ke-empat pasca diputusin, sempet pengen ngakhiri idup juga loh, kalo ada yang tau pasti pada kaget cz gw dikantor masih bisa ketawa-ketiwi kayak nggak ada kejadian apa2… ( ini bagian hidup yang nggak banget, jangan ditiru ya…) tapi untung ya Allah tuh sayang banget sama gw, di titik nadir gw, pikiran gw selalu berpikir kritis, lagian klo gw mati, nggak lucu banget kan, gw nya ngebujur kaku tapi ex gw bawa cewek lain buat hadir ke pemakaman gw..#rollingmyeyes#

trauma? Yahh.. Sampai hari ini sih iya,
Tapi point pentingnya adalah, gw berhasil tetap menjalani hidup,
Belum berdiri tegak seperti semula sih, tapi udah mulai nggesrok pake tongkat.

Well, gw juga belajar banyak banget dari kejadian ini.

Selama ini, gw terlalu perfeksionis, gw selalu merencanakan sesuatu, berharap segala sesuatunya berjalan persis seperti apa yg gw harapkan.
Dan slalu punya rencana cadangan supaya, klo sesuatu itu nggak berjalan sesuai rencana, gw masih punya alternatif untuk mencapai sesuatu yg sudah direncanakan meski pun nggak se perfect rencana pertama.
Gw nggak pernah mempersiapkan diri untuk nerima rencana yang gagal.

Itulah salahnya gw, karena gw nggak mempersiapkan diri.
Gw nggak mempersiapkan diri gw untuk gagal.
Seumur hidup gw nyaris nggak pernah gagal.
Gw selalu rangking tiga besar di SD, masuk SMP favorit, lanjut ke SMA , dan berhasil nembus PTN ( dimana kesemuanya itu gw lakukan demi orangtua sih kebanyakan ), dan karena terbiasa kerja keras untuk mencapai sesuatu itu, ( dan kebanyakan adalah berhasil ) gw yakin bahwa keinginan gw yg satu ini juga bakal terwujud.

Itulah sebabnya, gw dapet pelajaran besar disini.

Belajar mengerti bahwa nggak semua hal bisa lo dapet karena lo merasa udah kerja keras.

Belajar mengerti bahwa lo bisa bangkit meskipun keadaan bikin hidup lo terasa kayak manusia.sampah dan sulit untuk dijalanin.

Belajar percaya bahwa waktu memang bisa nyembuhin apapun.

Dan belajar menyadari, bahwa ada yang lebih tinggi dari Cinta.

Sesuatu, yang bernama IKHLAS.

So, gw cuma mau bilang buat teman-teman yang ngalamin patah hati diluar sana.

Mungkin nggak sekarang, tapi semua ini akan berlalu. Pasti.

šŸ™‚

-ayudevi_wiharjo-

Advertisements
This entry was published on November 24, 2013 at 11:38 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: