Pilihan..

Nggak terasa juga udah cukup lama aku nggak menuliskan sesuatu yang panjang di blog ini,
Tapi mau dimulai darimana ya? Soalnya banyak banget highlight berita yang menarik dan seru untuk dibahas,
Mulai dari berita banjir, berita politik, sampai berita surat terbuka untuk ibu Ani yang bikin hati mak jleb…

Gimana nggak mak jleb klo dapat surat terbuka yang isinya sarkasme semua…

Menurutku, agak sulit juga sih ya mau mengomentari surat terbuka yang jleb banget itu,

Eh, ini surat terbuka yang mana sihhhhh?

Duh terlalu deh, nih baca

Hmm,,, Klo jadi sang penerima surat, pasti rasanya pengen ngelemparin semua barang terus hujan-hujanan sambil bilang ke semua orang terus bilang, “lo pikir gampang jadi Ibu negara?”

Ya tapi aku juga tidak bisa menyalahkan si pembuat surat,
sebagai rakyat, tentunya pasti punya harapan terhadap sang pemimpin,
Sewaktu pemilihan berlangsung, rakyat pasti memilih karena sudah melihat performa masing-masing calon, dan waktu itu, memang diantara calon yg lain, pilihan itulah yg paling tepat menurut rakyat, meskipun bukan yang terbaik, tapi pada saat pemilihan itulah, sosok yang sekarang menjabat terlihat lebih baik dari calon-calon yang lain.

Jadi kalau cuma berkomentar, “ah menyesal saya memilih dia, ternyata sekarang begini, sekarang begitu…” rasanya kok nggak guna banget ya,

Memilih seseorang menjadi pemimpin yg ternyata sampai kapanpun nantinya pasti akan memiliki cela bukanlah sebuah dosa. Disinilah rakyat belajar dan menjadi lebih cerdas untuk memilih, lebih mampu mengerti calon mana yang lebih mumpuni dengan melihat karakter calon.

Rakyat yang perhatian tentu kedepannya akan bisa lebih bijak menentukan pilihan. Bukannya golput.
Ibarat sebuah hubungan percintaan, golput adalah contoh pecinta yg mengalami masa traumatik berlebih dalam pemilihan.

Golput tidak akan menyelesaikan masalah.

Justru makin memberikan keleluasaan kepada pemilih awam yang suka memilih tanpa pemikiran untuk menjadikan pemimpin yang tak layak menjadi pemimpin, dimana pada akhirnya, sebagai pemilih, kita jualah yang akan terkena imbas atas pilihan orang lain.

Terus kamu sendiri mau sampai kapan Golput dari kehidupan percintaan Ayyyy….?*kenapajadicurcol??

***

Coba dipikir, melakukan kesalahan memilih dalam pemilu itu ibarat kita sedang melakukan kesalahan terus kena omel, nah lebih ngenes mana kena omel atas kesalahan sendiri, daripada kena omel atas kesalahan orang lain?

Seburuk-buruknya pilihan kita, setidaknya kita memilih sesuatu itu langsung dengan jari kita sendiri,
Toh setidaknya pilihan kita masih lebih baik daripada yang tidak dipilih..

Ingatlah, selalu ada sesuatu yg lebih baik dari masa lalu jika kita belajar. Jadi, menjelang musim pencoblosan dan pencontrengan, yuk mari mempersiapkan diri untuk memilih yang lebih baik!

🙂

Advertisements
This entry was published on January 23, 2014 at 9:50 pm. It’s filed under serius dikit :) and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: