Anak Ayam Unyu :)

Jadi ceritanya aku pulang kerja sore itu, iya, setelah seharian banting tulang, banting pulpen, odner dan keyboard komputer, aku rasanya pengen cepet-cepet meluk guling dan kasur dirumah, yaaahhh daripada meluk pacar orang kan yaaaa… Anget nggak ditabok iya…
:p

Sesampainya dirumah, aku langsung mendapat sambutan hangat dari adekku yang semata wayang dengan semangatnya yang berapi-api..

“mbak, ibu beli anak ayam!”

Aku menanggapi ceritanya dengan biasa saja, iya, nggak perlu heboh lah, nyokap gw kan cuma beli anak ayam, bukan beli ayam kampus..*eh..

“empat ekor anak ayam mbak!”

Duh, banyak juga ya belinya…

***

Jadi, setelah mendengar cerita itu, aku langsung mandi dan ganti baju, buru-buru makan sambil ngobrol sama ibu..
Pendekatan kasus istilahnya,,,

Sembari mencomot tempe goreng dan tumis kangkung, dialogku dengan Ibuku tercinta pun dimulai…

“Ibu, kata dedek, Ibu beli anak ayam?”

Nyokap : ” iya, lucü banget soalnya Nduk,,, unyu-unyu gitu, piyek-piyek melulu klo Ibu samperin, rame banget…”

Me : ( nelen nasi, terus narik nafas..) ” tapi bukannya udah ada kelinci Bu, kan mereka lucu juga…”

Anakmu ini kan juga lucu Bu, emang sih rada gokil…tapi keunyuan anakmu ini kan nggak ada yang nandingi, mosok yo masih ngerasa nggak cukup juga, Fufufu… Oalah Biyungggg Biyunggg…

Nyokap : ” Kelincimu itu ga berisik, ga ada suaranya, klo ayam kan ada ciap-ciapnya…”

Ibu lalu beralih kebelakang, menghampiri kandang kecil untuk anak-anak ayam berbulu kuning yang terlihat unyu,

Tapi binar mata Ibu tak secerah senyum di bibirnya..

Sorot mata Ibu terlihat sepi.

Dan…..disitu, tiba-tiba aku merasa tidak enak,, di titik itu, tanpa perlu penjelasan atau dialog lebih, sepertinya aku tau, aku mulai mengerti, alasan sebenarnya dibalik pembelian anak-anak ayam itu,

“Bu, mana sini HP ibu, aku donlotin whatsapp…”

Nyokap : ” opo iku wasap?”

“teknologi pesan masa kini bu, jadi ibu bisa kirim foto, video, suara, pesan sama aku,,, nggak cuma ngobrol, tapi juga bisa cerita… Eksis bin gahol deh pokoknyaaaahhh….terus nggak ngabisin pulsa, jadi Ibu nggak usah khawatir…”

Nyokap : ” nggak ngerti aku Nduk makenya…”

“gampanggg… Nanti kan dikasih tau…Ibu pasti bisaaaa…..Ibu nya siapa dulu…”

Ibuku ga ngomong-ngomong apa lagi,,tapi dia tertawa,

Dan percayalah, dunia terasa sangat indah ketika kamu melihat Ibumu tertawa.. 🙂

Setelah dialog itu,
Di Sepanjang sisa hari yg beranjak malam, Ibu memandangi anak-anak ayam itu lagi,
tapi tidak dengan tatapan sepi,

kali ini, senyum dan matanya berbinar..

….Maaf ya Bu, semakin besar, anakmu ini malah jarang ada dirumah menemanimu..
Devi sayang Ibu… :*

Advertisements
This entry was published on January 31, 2014 at 1:53 pm. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: