Fenomena Dinda di Sosial Media….

Aku sempat bingung selama beberapa hari ketika ada kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di sekolah bertaraf internasional yang sangat mengenaskan, ternyata halaman path ku  malah tiba-tiba booming soal masalah “Dinda”

Apa ini? Ada apa?
Apakah ini adalah Dinda yang hilang dalam lagu Katon Bagaskara?
Kenapa dia baru muncul sekarang? Kenapaaa???
*tabokbolakbalikbiarsadar*

Well, buat yang belum tau,
Dinda adalah seorang gadis (klo lakik namanya dando keles….)
Dinda ini lagi galau waktu itu, galau karena kakinya sakit,
Terus ada ibu hamil mungkin yang nyamperin dia di kereta,
Dan karena kakinya sakit entah sudah berapa lama, batinnya yg sudah lama menderita dan tertekan dengan kondisi kakinya yg lagi geser tulang itu akhirnya menulis status yang kemudian tercapture oleh temannya didunia per path-an.

image

Awal mula status Dinda yg mengundang kontroversial...

Lalu kenapa?
Dinda yg nggak sengaja mencurhatkan kegalauannya di path dengan mengupdate statusnya menjadi booming yang luar biasa?
Apakah dia orang penting?
Apakah dia anak hasil dari perselingkuhan pejabat?
Apakah dia hasil persilangan kromosom x dan y yang gagal?
Apakah…?
(tunggu,, udah mirip fenny rose belum gaya “apakah” aku barusan?)

booming berat sampai di twitter dan fb juga jadi pembicaraan. Bahkan sempat masuk salah satu media online ternama dan bahkan sampai dibuat meme nya juga pulak! Luar biasa bener dah-ah….

image

Dinda sekarang terkenal, mas Katon pasti banggah....

image

image

Dinda~~~
Dimanakah kau berada~~
*dicekokin pisang sebelum merusak gendang telinga pembaca lebih jauh*

*****

Well, klo menurutku, Dinda tuh manusia biasa yah man teman…
Sama kayak manusia kebanyakan zaman sekarang yang kalau lagi galau bawaannya ngupdate status..
Sama kayak kamu, dia, mereka…

Bedanya, mungkin kamu, dia, mereka,, punya teman yang ga berbahaya seperti teman-teman pathnya Dinda.
Well, seandainya “teman” Dinda nggak mengcapture statusnya, dan menyebarnya di media sosial, mungkin sampai detik ini statusnya Dinda nggak akan jadi seheboh ini,,
Yah… Path kan cuma dibuat untuk 150 orang,
Itupun terbatas untuk teman yang kita anggap teman. Dan yang namanya teman adalah seseorang yang bisa kita percaya dengan ke-apa-adaanya diri kita…
Kalaupun ada yang nggak sreg dengan kelakuan kita, teman yang baik akan straight to the point untuk mengatakan kekurangan itu kepada kita, bukannya diam-diam ngecapture terus dishare dimana-mana.

Aku sih nggak bisa bilang kalau kelakuan Dinda itu kelakuan yang terpuji, tapi balik lagi, apa iya perlu sampai sebooming itu?

Well,, Fenomena Dinda di dunia perpath-an ini juga secara nggak langsung mengajarkan kita banyak pelajaran soal sosialisasi dan pergaulan hidup.

Pertama, galau itu wajar, tapi klo kelebihan bikin enek.. Aku pernah bilang, klo mau galau  itu ya boleh-boleh aja… tapi,  pikirkan untuk ngebuat kegalauan itu menjadi sesuatu yang kreatif, yang lucu, klo bisa yang menghibur, kenapa?
Karena setidaknya ketika kamu berpikir untuk mengkreatifkan kegalauanmu, dalam proses kreatif tersebut rasa galau itu menjadi berkurang,,, klo ngga berkurang yahhhh… Mungkin udah saatnya kamu ngadep Tuhan.

Kedua,
Kita sering dengan mudahnya mempercayai seseorang yang kita anggap sebagai teman, tapi nyatanya keadaan membuktikan bahwa ngga semua orang di path yg udah eksklusif itu bener jadi teman kita,
No. Semakin dewasa dalam dunia pertemanan yg terpenting bukan lagi kuantitas men, tapi kualitas!!
Jadi sekali lagi, mari introspeksi, nggak cuma instrospeksiin teman-teman yang udah ada ya Bro and Sis, tapi juga introspeksi diri sendiri. Kenapa?? Ya pikir aja, si Dinda yang cuma curhat di Path yang paling banter cuma 150 orang aja masih bisa di backstabber -in sama “temannya”, berarti mungkin ada faktor lain pemicu si teman itu melakukan itu kan?? Dimana? Well,, nggak tau sih pemicunya apa, tapi ya mungkin ada juga didirinya si Dinda ini..

makanya, pertanyaan macam, “Sudah berkualitaskah diriku untuk dianggap teman oleh orang lain? ”
Juga perlu digaungkan dikepala kita masing-masing sebelum kita nyalahin teman karena udah berbuat nggak senonoh sama kita. Inget pepatah, “what’s goes around, comes back around….”

Intinya…
Klo mau ditelisik sih ada buanyak kelakuan ABG yang lebih nyeleneh daripada Fenomena Dinda…

Sekarang mungkin kamu bisa bersyukur klo Dinda yang jadi pembicaraan,
Klo besok kamu? Gimana?

Advertisements
This entry was published on April 17, 2014 at 2:50 pm. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

5 thoughts on “Fenomena Dinda di Sosial Media….

  1. owh… jdi nma akun path kk apa??? #taubenget

  2. tapi doi nggak keberatan kayanya pathnya disebarluaskan. doi bisa nuntut tuh yang nyebarin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: