Kenapa “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”?

“mengapa kehadiranku didunia ini harus ditempat itu?”
“Apakah hidup itu adil?”
“Apa itu cinta?”

Selama manusia hidup, setidaknya ada lima pertanyaan paling besar yang ingin mereka ketahui jawabannya,
masing-masing satu jawaban untuk satu pertanyaan… Tiga pertanyaan yang muncul di awal adalah beberapa yang paling sering muncul dikepala manusia,,
Pertanyaan yang terdengar begitu mudah, namun tak bisa dijawab dengan sederhana karena masing-masing manusia punya asal dan proses sebab akibat yang berbeda..

“Rembulan Tenggelam di Wajahmu…”. Adalah sebuah novel yang membantu kita untuk memahami jawaban-jawaban tersebut melalui tokoh Ray.

Dan seandainya gw ditanya bagian mana yg jadi favorit di novel ini, Jujur gw akan bingung jawabnya, karena nyaris semua bagiannya favorit. Tere Liye menggarap novel ini sebegitu apiknya sehingga pas dibaca,
kita nggak ngerasa kayak lagi baca novel.
Banyak hal menakjubkan yang bikin kita jadi punya sudut pandang baru dalam melihat kehidupan. Gw harap sih kedepannya bakalan ada produser yg tertarik untuk bikin film dari novel ini.

****

“…..Siklus sebab-akibat itu sudah ditentukan. Tidak ada yang bisa merubahnya, kecuali satu: yaitu
kebaikan. Kebaikan bisa merubah takdir.”

“Ray, kehidupan ini selalu adil. Keadilan langit mengambil berbagai bentuk. Meski tidak semua bentuk itu kita kenali, tapi apakah dengan tidak mengenalinya kita bisa berani-beraninya bilang
Tuhan tidak adil? Hidup tidak adil?”

****

Sangking bagusnya ini novel, gw mpe bingung milih part mana yg mw dijadiin quotes.

So, gw cuma mw bilang, novel ini worth it banget unuk dibeli,
Ini memang bukan buku motivasi, apalagi buku menghipnosis diri yg dijual mahal untuk bikin diri lo lebih baik.
Ini cuma novel,
Novel yg punya amanat luar biasa, yg nggak bikin lu merasa dinasehati karena penyampaiannya yg indah dan sederhana,

Tapi novel ini setidaknya bisa jadi pengingat bagi kita untuk terus berusaha dalam kebaikan. Atau minimal berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya meski situasi hidup kadang memaksa kita untuk menyerah dan menjauh dari kebaikan.

Satu hal yang jelas, seburuk apapun kehidupan kita sekarang, semoga nantinya dapat diakhiri dengan akhir cerita hidup yang indah..

Dan akhir cerita hidup itu tentu tidak bergantung pada takdir semata, tapi pada bagaimana pilihanmu untuk menjalani hidup didunia ini..
😉

Advertisements
This entry was published on May 9, 2014 at 2:26 pm. It’s filed under ini ceritaku, apa ceritamu?, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Kenapa “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”?

  1. bisa jadi jawaban atas semua pertanyaan itu sudah pernah kita dapatkan, hanya saja kita nggak sadar karena berharap jawabannya adalah harus yang sesuai dengan keinginan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: