BBM naik, so What?

Saya sedikit kecewa ketika pagi ini beberapa teman mengupdate statusnya dengan status yg dangkal macam :
” nyesel gw pilih jokowi, udah dipilih, bbm nya tetep dinaikin…”

Bukannya berarti saya pendukung diehardnya Jokowi,
saya justru tidak memilih Jokowi pada saat pemilu kemarin.

Tapi saya juga tidak suka ketika presiden yg sudah dipilih,
dilantik,
lantas disesali, dan di cemooh karena keputusannya yg entah sudah melibatkan berapa puluh orang termasuk ahli ekonom dan menteri hingga keputusan menaikkan BBM itu bisa diumumkan dengan resmi.

Alih-alih mengeluh, kenapa kita nggak ngasih status kritik yg lebih ciamik macam ,

“Kesel banget BBM naik, tapi tolong transportasi massal segera diperbanyak dong Pak!”

“BBM naik tapi tolong bikin area perkantoran deket rumah ya Pak!”

Atau klo bisa kritiklah sekalian mengiklankan diri..

“BBM Naik, tapi tolong saya dicariin calon istri ya Pak!!!” ( yg bikin ini terus dikeplak sama ajudannya pak Jokowi…)

Saya percaya bangsa ini pola pikirnya sudah lebih maju hanya untuk sekedar menyesali, mengeluh, mencemooh, atau bahkan menyepelekan,,

Dan saya yakin, pasti ada jalan lain untuk mengimbangi kenaikan BBM ini,
Bukannya sekarang angkutan massal sudah banyak?
jalur busway juga sudah lebih luas?
Klopun memang tak memadai, ambil foto, pajang, kritik,,
Klopun masih ada daerah yg nggak terjangkau kendaraan umum, foto, protes…
Klopun ada yg menaikkan tarif nggak sesuai dengan kenaikkan bbm, rekam, laporkan ke dinas terkait..
Kita hidup di era digital, dimana teknologi berkembang pesat dan media sosial menjadi lahan yang sangat mudah untuk menjembatani dan mentransparasikan sesuatu.
Gunakan.

Dan klo dipikir,
Bukannya wajar ketika suatu sumber daya alam yg jelas2 terbatas macam minyak dinaikkan harganya supaya penggunaannya bisa diredam?
Pernah berpikir tinggal berapa lagi sisa minyak kita diseluruh bumi?
Kita nggak pernah marah ketika ada hutan ditebang, laut yang tercemar, atau pegunungan yg dipotong untuk dijadikan area pengeboran lahan minyak, tapi kita marah ketika harga bbm dinaikkan?
Hello, harga kenaikan 10 persen BBM itu ga sebanding loh dengan area pegunungan yg terpotong dan hutan yg digunduli itu…

Jadi So What klo BBM naik…

*****

Tapi saya juga nggak bilang kita harus diem terus manut-manut aja dengan perubahan yg terjadi,
Sebagai Rakyat, kita punya hak untuk mengkritik pemimpin,
Apalagi mengkritik pemimpin yang dipilih ( ataupun dalam kasus saya, “dipilihkan”)

Jadi saya harap, jika teman-teman hendak mengkritik pemerintahan, protes, atau apalah namanya,
sampaikanlah dengan cara yg baik dan berkelas. Jangan cuma mengeluh dengan cara yg standar..
Jangan khawatir kritik kalian yg membangun itu nggak tersampaikan,
Sebab kritik yg disampaikan dengan cara yang anggun itu akan tetap terasa pedas ketika yg dikritik itu punya otak cerdas. Dan kita semua pasti sadar, nggak mungkin sebuah keputusan besar untuk menaikkan harga BBM tidak diimbangi dengan keputusan-keputusan lanjutan lain untuk mengimbangi atau meminimalisir dampak dari keputusan tersebut.
Let’s See..;)

Advertisements
This entry was published on November 18, 2014 at 12:57 am. It’s filed under Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: