Hey, i’m Opportunity, didn’t you want to use me this time?

Segerombolan Ibu-Ibu tak dikenal yg dari tadi mengobrol sepanjang jalan di depan gw, tiba-tiba saja bicara keras-keras dengan orang yg berada disebelah kanannya:

“Ah, elu mah! klo nyebrang tuh jangan ragu-ragu..! ”

***

Pada saat yang bersamaan, kami berada di pertigaan ruwet dua arus yang harus disebrangi,
dimana kendaraan melaju kencang dari arah yang berbeda-beda.

Entah karena posisi gw yg kesannya siap mau nyebrang, tiba-tiba saja si Ibu pegangan tangan ke gw,
padahal gw berdiri paling kiri, dan dikarenakan kendaraan melaju dari kiri ke kanan, maka posisi itu adalah bagian paling pioneer kena klo seandainya terjadi kecelakaan tabrakan..(amit-amiiit ketok pala tiga kali )

Namun karena efek refleks dari genggaman tangan si ibu, gw melangkah dengan spontan menuju sebrang, ga pake nervous! gw nyebrang dengan ringan dan pasti membelah jalanan, tanpa gentar, bak mahasiswa yang lagi turun ke jalanan saat demo “turunkan bbm”, menghalau kendaraan roda empat yg melaju kencang supaya memelankan kendaraan tanpa rasa gilak-mobil-pada-kenceng2-banget-sih,  memandu ibu-ibu itu seolah-olah gw emang expert dalam urusan sebrang menyebrang..

Alhamdulillah, mungkin karena efek dipegangin sama ibu-ibu pas mau nyebrang, gw yg biasanya cuma bisa nyebrang lewat jembatan,
mencet timer penyebrangan, atau paling banter ngikutin org nyebrang,
hari ini malah bisa nyebrangin orang..

Seandainya ibu-ibu itu tau betapa cupunya kemampuan penyebrangan gw selama inih… Pasti dia ga bakal pegang tangan gw dan mempercayai kemampuan orang nyebrang sembarangan..

Well, yang jelas mungkin ada satu hal yg gw pelajari hari ini,

Sama seperti Ibu-ibu yg memicu keberanian gw untuk menyebrangi jalanan,
Dalam hidup, mungkin kita kadang dipertemukan dengan suatu pemicu keberanian diri untuk meninggalkan zona nyaman, zona yg sebenarnya harus kita tinggalkan sehingga mampu menghadapi tantangan dan maju ke level selanjutnya untuk menjadi pribadi mandiri yg lebih baik.

Pertanyaannya,
Apa yg kira-kira akan kita lakukan, jika suatu saat nanti kita dipertemukan lagi dengan kesempatan bernama pemicu keberanian untuk menjadi pribadi yg lebih baik?

Well.. You don’t need to answer here. Just keep it by yourself until you meet that kind of opportunity..

Ayudevi_Wiharjo

Advertisements
This entry was published on July 28, 2015 at 1:36 pm and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: