Ayudevi Story :

Marah

Akhir-akhir ini suka amaze sama orang yg marah terus ngeluarin kata-kata makian kebun binatang, atau julukan kasar ke orang yg dimarahin, which menurut gw itu sebenarnya ga penting..

Sedangkan gw,
Klo marah banget paling banter bisanya natap kecewa orang yg udah bikin gw marah, berlalu dari hadapan org yg bikin gw marah, dan semarah-marahnya paling bilang, “saya kecewa sama kamu.. Fasilitas sudah diberikan lengkap, kemudahan sudah diberikan… tapi hasil belajarmu cuma kayak gini…” ,
Atau…
“Eh eh eh… Kok galakkan situ? otaknya dipake dong mas..mbak. Nggak lihat ini jalur cuma satu arah…situ gabisa baca rambu?mikir !”

Itupun kadang gw lakukan dengan suara bergetar plus mata berkaca-kaca karena mati-matian nahan airmata yg udah mw keluar sangking marahnya… 😂😂😂
Iya, ini efek rapuhnya perasaan gw,
kalian kan nggak pernah tahu betapa rapuhnya gw,
Rapuhnya bagai lapisan air yg beku,
sentuhan lembut kan hancurkan aku~~~  #backsound : Rapuh by pasto

*la kok malah nyanyi, tulisanmu iki gek dirampungke cah…*

***

Disisi lain, coba deh berpikir dari posisi yg dimarahin, pake kata-kata yg keras kayak gitu aja klo gw sih udh ngenes banget rasanya, apalagi klo dimarahin pake kata-kata kebun binatang ya kan?

So, semarah-marahnya kamu, usahakan ketika situasi sudah nggak terkontrol, cobalah berpindah tempat,
yg marahnya duduk, coba berdiri,
yang tadinya berdiri coba sambil jalan, yang tadinya jalan, coba sambil lari halang rintang 100 meter , atau salto terbalik 10 kali macem jackson wangnya GOT7 yg diakhiri dengan pose pom-pom cheers ala cheerleader masa kini.
*iki nasihat macem opo toh yoo Ayyyy…*

Well, kemarahanmu mungkin nggak berakhir saat itu juga,
tapi setidaknya pikiran dan kata-katamu tetap terkontrol dan fokus dengan apa yg kamu coba sampaikan ke orang yang kamu marahi, sehingga orang yang kamu marahi pun tau, point kesalahan penyebab dia terkena amarahmu itu apa. Dan… Tentunya kamu terhindar dari kesalahan baru : menyakiti hati orang lain dengan kata-kata kasar disaat marah.

Klo kamu marahnya emosional doang, maki-maki doang, yg ada masalahmu bertambah karena orang yg menjadi tumpuan amarahmu tidak mengerti, mereka bakalan cuma gondok hati tanpa keinginan buat instrospeksi.

Jadi, wahai sahabatku…
Kurang-kurangi memaki disaat marah mulai sekarang yah?
Apa? Susah?
Ah…Bisaaaa… Pasti bisa deh….😋

Ayudevi_Wiharjo

Advertisements
This entry was published on August 15, 2015 at 9:52 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: