Fokus Gaji Lupa Rezeki

​Banyak yang meyakini rezeki itu hasil bekerja, padahal jika dipikir, Bekerja itu Ibadah, sementara Rezeki adalah urusan Allah. 

Bagaimana kedua hal tersebut menjadi berbeda? Coba dirunut baik-baik. 

Misalnya, Kita bekerja mengurus surat menyurat di sebuah perusahaan, atau melayani nasabah, kita digaji untuk itu. Disini Gaji = Hasil Bekerja. Tapi coba kita pikirkan lebih jauh, selain gaji, adakah hal-hal lain yang kita dapatkan selama bekerja? Tentunya ada, cuma kita kurang peka dan kurang bersyukur.

Coba diingat lagi, mungkin selama bekerja, ada teman kita yg tiba-tiba bilang, “Nih, aku bawa kue buat sarapan, cobain ya..” , atau ketika jam Makan Siang, Bos tiba-tiba pengen makan bareng dengan satu team, sehingga hari itu makan siang jadi gratis. Kemudian entah hari apa, tiba-tiba ada tenant atau nasabah Anda mengirimi Kue, Sekardus Jeruk atau coklat, karena sudah merasa terbantu dengan adanya Anda. Atau entah kapan, ketika Anda mengurus sesuatu di instansi terkait lainnya, Anda diberikan kemudahan-kemudahan bahkan mungkin akses privilege karena pihak Instansi tersebut mengenal Anda. 

Kita sering lupa, sering gak sadar, bahwa diluar gaji, ada banyak nikmat dan rezeki-rezeki lain, dan rezeki itu Allah yg atur, bagaimana Allah mengaturnya sampai kepada Kita, bergantung bagaimana Kita melakukan sesuatu yg Kita sebut “Pekerjaan”

Kebanyakan dari Kita terlalu fokus berpikir bahwa rezeki itu karena kita sudah bekerja, terlalu fokus pada gaji, sehingga gajilah yg menjadi tujuan. Selain gaji, Kita mungkin menganggapnya bukan rezeki. Padahal tanpa kita sadari, ada saja rejeki diluar gaji yg kita terima setiap harinya bukan? 

Banyak juga orang-orang dari kita masih menganggap kerja itu beban usaha, padahal kalau mainsetnya dirubah, menjadi “Kerja itu Ibadah” otomatis kita akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kita tanpa merasa terbebani. Lah wong untuk Ibadah kok, masa beban? Masa dilakukan setengah hati? 

Ketika kita bekerja dengan niat untuk Ibadah, bayangkanlah, yang menjadi medis, mungkin akan berpikir ” Kerjaku itu ibadah, jadi ketika aku melayani masyarakat, setiap detil kerjaku akan bermanfaat bagi masyarakat, aku ikhlas dengan pekerjaanku karena tiap jerih payahnya adalah Ibadah..”, maka jadilah ia tenaga medis terbaik dengan kemampuan dan pengetahuannya.

Yang menjadi sekertaris atau staff tidak lagi perlu merasa terintimidasi pada Bos, karena dalam dirinya berpikir, ” Bekerja adalah Ibadah, aku bisa membantu mengurusi surat-surat atasanku, menganalisa dokumen-dokumen ini dengan usaha terbaikku,  jika keberadaanku bermanfaat dalam batas-batas yg positif bagi pekerjaan ini, Aku ikhlas karena Kerja adalah Ibadah…”, maka jadilah ia sekertaris dan staff yang handal bagi perusahaannya. 

Sungguh, rasanya bekerja dengan menyadari bahwa bekerja adalah bagian dari Ibadah, terasa jauh lebih ringan dibandingkan bekerja karena butuh gaji atau karena takut dipecat.dan percayalah, ketika kita melakukan sesuatu dengan ikhlas, kita mengeluarkan yg terbaik dalam diri kita dan tentunya hasil tak pernah menghianati usaha.

Jika menganggap bekerja itu Ibadah, yg penting dari kita sebenarnya bukanlah dilihat dari bagaimana “kerasnya” kita bekerja, tapi bagaimana “cara” kita bekerja. 

Cobalah berpikir,” Apa yg sudah saya lakukan dengan pekerjaan yg saya miliki..?”

Jika kerja itu Ibadah, seharusnya Kita menjadi lebih peka, “Bagaimana” Kita melakukan pekerjaan Kita, 

Mungkin juga akan bertanya pada diri sendiri, ” halalkah yang Kita kerjakan? ”

Sudah benarkah pekerjaan yg sedang Kita kerjakan? 

Sudah amanah-kah Kita dengan pekerjaan yg kita emban? 

Sudah Bermanfaat-kah pekerjaan kita untuk orang yg terkait dengan pekerjaan Kita? Atau Kita masih hanya asal masuk kerja, dengan mainset kebanyakan orang, ‘yang penting masuk’, ‘yang penting dibayar’, yang penting bos senang.?

.

.

(^_^)

Advertisements
This entry was published on February 4, 2017 at 12:18 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Fokus Gaji Lupa Rezeki

  1. Tulisannya bagus. Benar2 merubah mindset tentang rejeki. 😊

  2. Aih… Makasih sis Viaaaa *sentvirtualhug

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: