Efek Mecin dan Asap Rokok

​4th Week of @1minggu1cerita

“Duh, motor-motor ini yhaaaa udah tau jalur ini dipakai cuma untuk satu arah ke arah depok, malah pada ngelawan arus, piye toh dulllll…dul……”, Juleha ngegerundel dalam hati, dari tadi ia sudah ambil ancang-ancang menyebrang, ndelalah pas udah mantap tekadnya untuk melangkahkan kaki ke seberang jalan, dengan semena-mena seorang Ibu bermotor tanpa helm mengklakson Juleha dari arah yg berlawanan. 

Jantung Juleha mau copot sangking deg-degannya, kalau saja ia tak ingat Tuhan itu ada dimana-mana, kalau saja bibirnya tak biasa terjaga, sudah pasti caci maki taman safari keluar dengan mudahnya buat si Ibu pembawa motor barusan. 

Tapi tidak, Alhamdulillah Juleha ga sampai ngeluarin kata-kata yg bisa bikin kuping pengang, ujung-ujungnya, Juleha cuma membatin sambil mengelus dadanya sendiri ( ya keleus dada org lain…)

“Hm…Kebanyakan pake mecin kali nih si Ibu pas masak… Jadi nya ndableg begitu bawa motornya… Masya Allah, untung Juls ngga kenapa-napah…”

***
Juleha menunggu antrian peron kereta dengan sabar, kereta commuter pertama ndak bisa masuk, tiga menit berlalu, kereta commuter kedua akhirnya Juls bisa masuk, meski padatnya mirip ikan dalam kemasan kaleng sarden, tapi Juleha sabar, “Ndak papalah, batin Juleha, toh ini angkutan jarak jauh yg paling cepat dan ekonomis” . 

Belum lama Juleha bersyukur atas nikmatnya bisa masuk Commuter, tetiba seorang Bapak bergerak-gerak tak karuan, mencoba mengambil HP nya, sikut sana, sikut sini, tak sengaja mengenai kepala orang lain disebelah Juleha. 

.

“Ck…” Habis sudah kesabaran Bapak sebelah kanan ketika kepalanya tersenggol untuk ketiga kalinya. Tapi biasalah Bapak-bapak, bukannya minta maaf, Bapak sebelah kiri malah nyinyir, ” Klo tak mau tersenggol, naik taksi sajalah Pak, bayar dua rebu aja pengen nyaman…” Lalu kemudian asyik mengangkat teleponnya, yg ternyata dari sang Istri dirumah, sibuk bertanya apakah nanti ketika pulang dari tugas, si Papah bisa bawain oleh-oleh dari Bandung buat si Buyung. 

.

Sebenarnya Juleha pun ingin protes, kakinya dari tadi kena injek karena si Bapak kebanyakan gerak. Tapi ujung-ujungnya Juleha cuma menahan nafas. Aroma rokok dari nafas si Bapak sebenarnya membuat Juls muak, bahkan masker kainnya tak mampu menghalau aroma rokok. Belum lagi aroma tubuhnya yg aduhai, alamak jang… Sepertinya tak tercover deodorant macam mana pun..

Kali ini lagi – lagi Juleha cuma bisa ngelus dada. Entah, sudah berapa kali Juleha ngelus dadanya sendiri dalam sehari.

.

Juleha mungkin cuma sepersekian dari manusia Jabodetabek yg merasakan betapa jeleknya efek Mecin dan Asap Rokok dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang yg lupa menggunakan otaknya untuk hal-hal sepele.

Begitu seringnya kita menyepelekan orang-orang seperti Juleha yang nggak bisa marah, sehingga mungkin kita terbiasa menerabas arus, terbiasa bicara kasar, terbiasa lupa menjaga diri dari perbuatan-perbuatan sepele yang bikin numpuk dosa. ” Ah ndak ada polisi, ndak ada yg lihat klo aku ngelawan arus ini, gak papalah…” Begitu mungkin batin orang-orang yg suka menerabas ketentuan lalu lintas.

Kita sering menganggap bahwa kita menang ketika kita bisa lebih galak dan lebih bisa mampu bertahan, atau ketika lawan bicara kita tidak membalas, padahal bisa jadi, lawan bicara kita justru punya level sabar yg lebih tinggi, punya pola pikir yg mungkin lebih luas dan maju daripada pemikiran kita yg mungkin udah kebanyakan kontaminasi Mecin dan Paparan Asap Rokok.

Mungkin kita sudah terbiasa bertemu dengan Juleha – Juleha di jalan yg sudah enggan berdebat karena malas menghadapi konflik. 

Lantas apakah karena ndak ada yg marah, karena kita terbiasa tak termonitor, lalu kita berkembang jadi manusia-manusia seenaknya yg lupa dengan rasa malu?

Coba ditengok lagi, apakah karena udah kebanyakan mecin dan paparan asap rokok, jadi otak dan hati ga berfungsi dengan benar?

Daritadi kok bawa-bawa rokok terus sih emang ada yg salah dengan merokok? ngerokok kan hak asasi, gada hubungannya dengan rasa malu… 

Duh, mungkin karena rasa malu itu sudah terkalahkan ego untuk tetap merokok, sampe gabisa mikir klo ngerokok tuh juga ngganggu haknya orang lain, hak untuk menghirup udara bersih. Ganggu kenyamanan orang lain. Malu-maluin aja deh ngelakuin sesuatu demi kenyamanan pribadi sampe ganggu kenyamanan orang lain.

Jadi tolong, klo memang benar mecin dan asap rokok ga berbahaya buat hidup,– seberbahayanya manusia yg lupa rasa malu-. Maka tunjukkanlah, klo perilaku Kita memang bukan hasil efek negatif konsumsi mecin dan kontaminasi rokok. Gunakanlah otak yg bertengger di kepala Kita dengan baik dan benar, pahami peraturan yang ada, karena peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, tapi untuk menyamankan kehidupan bersama. 

Advertisements
This entry was published on February 13, 2017 at 2:15 am. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

4 thoughts on “Efek Mecin dan Asap Rokok

  1. Memang rokok ini sungguh ….. 😷

  2. Budaya tidak malu melanggar aturan/melanggar hak orang lain ini sesuatu banget ya..saya juga suka stress kalo mikirin ini 😡

  3. Pernah dan sering banget ngerasain yg dirasain juleha… 😦

  4. Pingback: Tulisan Pilihan 3 Minggu #4 : Efek Mecin dan Asap Rokok – 1minggu1cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: