Menghargai Moment tanpa Gawai..

Pinot dan Bocil melangkahkan kaki-kaki kecil mereka di jalanan ibukota yang padat dan berdebu. 

Setiap orang sibuk berlalu lalang, macam gerombolan serangga diatas buah.

“Kau tau, sekarang orang-orang itu punya pacar sama semua tipenya..”ujar Pinot sambil melangkahkan kakinya menyamai langkah Bocil. 

Bocil menoleh sejenak pada Pinot, memberi tatapan coba-jelaskan-apa-maksudmu

Pinot kemudian melanjutkan kata-katanya, ” Mereka suka yang keren, bisa diajak kemana-mana, bisa dipegang-pegang setiap saat, dan merespon dengan cepat ketika mereka butuh..”

Bocil menoleh sejenak, “Kau ada benarnya juga, tapi apa ada manusia yang seperti itu untuk dijadikan pacar..?”

Pinot tersenyum sejenak, ” Ah kau ini,,, pacar manusia itu sekarang kan bukan manusia saja…”

Bocil mengangguk lagi, ” Hm… Aku mulai mengerti maksud kau… Yang keren dan bisa dipegang-pegang, dan merespon cepat ketika butuh… Handphone kan maksud kau?”

Pinot mengangguk, “Kau lihat orang-orang itu, seperti orang macam mabok cinta saja, tiap-tiap menit mereka cek Gadget mereka, padahal sedang jalan bersama kawannya, seolah temannya itu tak ada disamping mereka…”

Bocil mengangguk setuju, ” Fenomena ini sudah lama sebenarnya,, kupikir tadinya orang-orang tak bisa ketinggalan HP karena mereka takut tak bisa komunikasi dengan orang-orang penting. Tapi nyatanya sekarang jauh lebih parah Not… ”

Pinot terkekeh, ” Iya, bukan hanya yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh, tapi mereka jadi nyandu megang gadget, nyandu eksis, sampai lupa menikmati moment…lupa jadi manusia yang manusiawi…”

Bocil nyengir, ” Parah sih emang candu gadget itu, kamu tau ga video yg sempet viral beberapa waktu lalu, ada cewek mau jatoh dari jendela, bukannya ditolongin, temannya malah ngerekam sampai jatoh.. Edunnn…”

Pinot mengernyitkan dahinya, “m.i.r.i.s…”

Bocil melanjutkan, ” Beberapa waktu lalu walikota Bogor juga sempet bikin acara dinner bareng pemuda-pemudi Bogor, dan kamu tau Nottttt selama acara…. Nggak ada yang nggak IG Live dari gawai-gawai mereka… selfie-wefie di setiap sudut, warbiyasyaaaakkk…  ”

Pinot manggut-manggut, ” Klo dipikir, mereka yang IG Live gitu gak ada respek-respeknya sama yg punya hajat… Sangking pengennya eksis…”

Bocil menarik nafas dalam-dalam, ” Betulll…bahkan sangking pengennya eksis, pas kemarin rombongan raja Arab dateng ke indonesia pun, ada yang ngajak raja wefie…”

” Zaman udah benar-benar berubah ya Cil…”ujar Pinot sembari menatap Bocil. “Tapi aku senang masih ada orang-orang seperti kau yang tak terpaku pada apa tadi kau bilang, gawai?..”

Bocil terkekeh, “iya, Gawai…Gadget… Baru tau ya Not, Bahasa Indonesia untuk Gadget itu Gawai… Unik khannn… ”

Pinot masih terheran-heran memandang Bocil , ada sedikit rasa tak percaya disana, tapi bagaimanapun ia senang, karena ia benar-benar menikmati, sekaligus menghargai moment yang dilaluinya bersama Bocil saat ini, sekarang,

Tanpa Gawai. 

Advertisements
This entry was published on April 9, 2017 at 12:49 pm. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Menghargai Moment tanpa Gawai..

  1. Mari…latihan hidup offline 😁 *yg mana super syulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: