Tentang Kamu

Akhirnya setelah sekian lama membeli novel dari salah satu penulis kesayangan saya, Tere Liye, saya bisa dengan bangga menyatakan kalau saya udah selesai baca novel ini. 

Kok lama banget bacanya, biasanya paling lama dua hari kelar? 

Well, gatau kenapa, beberapa bulan ini saya semacam jadi pemalas. Pengennya klo libur boboan aja dikasur, bahkan ibu ma adek sampai protes, “Duh idup kamu mau diabisin begitu aja? Tiap minggu kok begitu, ga pengen jalan-jalan keluar? ”

Dan saya cuma membalas dengan hmm…ehmm… 

Selama dua harian ini saya ngasur, saya membaca kisah Sri Ningsih dengan perasaan campur aduk. 

Seperti biasa, Tere Liye mampu mendeksripsikan cerita dengan apik lewat penyelidikan harta warisan seorang Sri Ningsih, dimulai dari kisah masa kecilnya yang suram, masa remaja yg indah, masa dewasa awal yg penuh semangat, hingga berakhir di panti kota Paris dengan ide-ide brilian.
Yang saya kagumi dari sosok Sri dalam Novel ini adalah bagaimana ia sedikit pun tidak membalas sebuah teror dengan teror. Boleh jadi ia pergi tiba-tiba untuk pindah ke tempat lain, memulai lagi segalanya dari awal. Sulit memang, tapi Allah selalu menjanjikan ada kemudahan dalam setiap kesulitan.

Hidup Sri sebenarnya kurang lebih mungkin sama dengan hidup manusia-manusia lain pada umumnya di bumi. Semua manusia punya masalahnya masing-masing. Bedanya adalah, hidup manusia-manusia itu tidak diceritakan dalam bentuk novel oleh seorang Tere Liye 😂😂😂 

Yang kedua, semangat dan kemauan Sri untuk terus belajar. Bukankah itu salah satu esensinya kita hidup di dunia? Dunia kita terus berubah, tanpa adanya kemauan dan semangat untuk terus belajar, kita akan terlibas oleh kebutuhan zaman. Macam rongsokan mobil tua yang menunggu untuk dihancurkan. 

Yang ketiga, yang saya sukai dari novel ini adalah bagaimana Tere Liye, menghadirkan karakter seorang Hakan untuk Sri, tentu didunia nyata kita akan bilang, mana ada pria Turki yang tinggi besar, mancung berkulit putih yang mau dengan cewek gempal, hitam asal Pulau Bungin ( tapi menurut gambaranku, kulit Sri mungkin sebenarnya adalah Sawo Matang…bukan hitam… 😅😅😅 )  dan pendek macam Sri Ningsih? Tapi itulah bagaimana cinta sejati diciptakan. Saya suka bagaimana Hakan bersabar menghadapi Sri yang minderan, bagaimana Ia akhirnya meluluhkan hati Sri yang penakut soal cinta-cintaan ( meskipun kalau soal bertahan hidup dan menghasilkan sebuah karya Sri bagaikan macan dengan insting bisnis dan penyesuaian yg luar biasa…  ) saya suka bagaimana Hakan menghibur Sri, melakukan pengorbanan dengan tulus meski Sri baru mengetahui semua itu di penghujung hidup Hakan… Dan realitanya, didunia ini pun masih ada pria-pria tampan dengan hati rupawan yang mampu melihat wanita-wanita berhati cantik seperti Sri Ningsih.

Saya juga suka bagaimana Zaman yang ternyata memiliki kisah mendalam dalam hidupnya, mau belajar dari Sri Ningsih dan Hakan untuk tidak terlambat memulai kisah baru bersama Aimee dan bagaimana Zaman memutuskan untuk mengakhiri teror dingin dari keluarga Istri Tua Ayahnya. Ada banyak keluarga di dunia ini yang hidup seenaknya, merampas hak dari keluarga lain, lalu kembali untuk melimpahkan kesalahan. Saya suka bagaimana ketika Zaman mengatakan dengan wajah tanpa emosi pada keluarga kakak tirinya, anak dari Istri Tua Ayahnya, : “….maka izinkan aku bertanya, kalian yg mengambil semua harta Ayah, kalian yg menikmatinya 18 tahun terakhir, kalian yg mengusir ibuku dari rumah, dan saat 14 Supermarket itu salah urus karena keserakahan kalian, sekarang terancam bangkrut, tercekik hutang, lantas kenapa aku dan ibuku harus peduli? ”

Saya juga mau menyampaikan, bahwa saya suka bagaimana teman-teman menyempatkan hadir dan membaca tulisan saya di wordpress ini, meskipun maaf, kalau tulisannya masih saja belum ada perkembangan. Dan hampir saja berdebu kembali karena kemalasan saya selama dua minggu terskhir ini. 😂😂😂

Pesan saya, kalau teman-teman masih penasaran dengan kisah Sri Ningsih, Hakan, Zaman dan Aimee, belilah Novel bang Tere Liye langsung yang berjudul “Tentang Kamu”. 

Beranilah seperti Hakan, karena Penasaran itu ndak baik kalau dibiarkan begitu saja… Oke?;)

Advertisements
This entry was published on April 24, 2017 at 1:48 am. It’s filed under Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

8 thoughts on “Tentang Kamu

  1. wah ini buku baru kak? terbitan 2017 kah?

    nice sharing btw… :))
    http://www.iamandyna.com

  2. Aku udah beli buku nya sejak berbulan bulan lalu tp belum kesampaian baca sampai sekarang. Dan skrg novelx malah dipinjam sama temanx adekq.. Hum.. kudu minta balikin novelx segera neh..Sy sdh mulai penasaran sm keseluruhan critax

  3. Aku mau novel itu kaka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: