The Changers… 

” Kalian udah berapa kali nih dapet surat kayak gini,,, bukan cuma satu dua kali loh…”

Gitu kata pak Kipli kepada Maudy dan Mursidi, duo karyawan paling rajin terlambat dikantor ini.

” Tapi Pak, apa nggak bisa kasih kami kesempatan lagi Pak, atau dibuatkan shift baru aja Pak, buat saya ma Maudy aja deh… kan operasional kantor ini klo dilihat diluar pelayanan juga baru rame jam 10-11 an.. Jadi saya sama Maudy pulangnya lebih maleman aja gitu..”

Raut wajah Pak Kipli ga berubah, ia menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dengan wajah datar dan nada kalem, ia berkata, 

” Mursidi, perusahaan ini punya aturan, ada maksudnya aturan itu dibuat, kalau kamu nggak mau ikutin peraturan disini… ya kamu boleh bikin perusahaan sendiri diluar..”

Maudy yg juga mendengar kata-kata Pak Kipli cuma diem dan pasrah..

*****

” Elo si Nyet pake acara minta bikin shift baru, lu kata perusahaan punya nenek moyang lo?” Gerutu Maudy begitu keluar dari ruang HC. 

” Ya abis gimana dong Mod, kan gue cuma ngusul, sapa tau tembus tuh ide..” Sahut mursidi garuk-garuk kepala…

” Yaudah mau gamau berarti kita emang harus berubah Nyet… Hari gini nyari kerja lagi susah.. Mana tagihan gue banyak lagi… ” Ujar Maudy sambil ikut garuk garuk kepala.

*****

Sementara itu keesokkan harinya…

“Gimana Bu Liana… Ini udah kebijakan perusahaan… Absensi tuh krusial banget, datanya gabisa diotak-atik karena langsung terhubung sama pusat.. Bapak udah marah banget soal ini..” terdengar suara Pak Kipli pagi itu ketika sedang bicara serius dengan Bu Liana, atasan langsung Maudy dan Mursidi

Gajauh dari situ, Bella yang baru saja datang tak sengaja mendengar pembicaraan Pak Kipli dan Bu Liana, 

” Beneran Pak ndak bisa kasih keringanan lagi buat mereka? Sayang banget Pak, mereka sudah cukup lama disini… Repot kalau harus cari pengganti lagi… ” suara Bu Liana memelas.

” Saya pun mikirnya begitu Bu, tapi gimana, Bapak sudah gamau acc workflow perpanjangan kontrak mereka…” Pak Kipli menjawab dengan nada yang jauh lebih memelas..

” Yasudah Pak, kalau memang demikian, Saya serahin keputusannya sama Bapak, abis mau gimana lagi, klo Big Boss udah gamau acc.. Merekanya juga susah berubahnya… Tapi kalau ada celah, tolong dipertahankan ya Pak..” Ujar Bu Liana penuh harap.

*****

” Nyah, bangun nyah…”  Bella memwhatsapp teman baiknya, si Momod alias Maudy

” Udeee… Ude bangun… Gi nunggu Ojol nih..” bales si Momod kalem. Udah berapa hari ini temen-temen kantornya konsisten bangunin Momod secara bergantian. Secara klo Momod gak berubah, mau gak mau Momod mesti hengkang dari kantor alias dipecat.

Dua Minggu sudah Momod gak telat, tapi jangan tanya Mursidi berubah pa nggak, soalnya nggak ada yg tau kapan pastinya Mursidi nongol dikantor, keberadaannya mirip sama mahluk mistis bernama Jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. 

Melihat perubahan positif pada diri Momod, Ibu Liana mendadak mendapat kabar baik yang super dari Sang BigBoss, ” Liana, kita kasih waktu 6 bulan untuk Maudy berubah, kalau selama itu dia bisa ontime terus, mungkin kita bisa ubah status kepegawaiannya..”

Tak lama berita positif itu pun tiba di telinga Momod, dan juga teman-teman yang lain. Lega sekaligus senang karena mereka nggak jadi kehilangan teman yang super konyol bin lucu macem si Momod.

*****

Sudah dua minggu berlalu, dan Momod mulai sering telat dateng lagi, begitupun dengan Mursidi. 

Bella yang biasanya rajin bangunin di Group Whatsapp juga mulai capek bilangin temen kesayangannya itu untuk bangun pagi.

Jinny, Single Mother paling demplon bin bawel di group pun mulai julid ketika ia nelihat Maudy dateng telat-telatan lagi, ” Eh, bangun pagi tuh harusnya gak bergantung sama orang Mod, apalagi lo muslim, adzhan Shubuh tuh bangun ga usah dibangunin pake Alarm…malu  ma anak gue tuh yg masih PAUD, belum adzhan dia udah ngambil wudhu duluan..”

Bella, Alif, Ani, Hendrawan dan Ridho cuma manggut-manggut setuju mendengar omelan Jinny. Bukan apa-apa, emak emak klo udah nasehatin biasanya kayak petasan mercon, bisa merepet tanpa henti macem Rapper Korea. Bella dan teman-teman nggak mau ikutan nge-rap buat si Maudy, emangnya apaan? Segmen Unpretty Rapstar? 

*****

Dua Minggu sudah Maudy tetep gak berubah, Bella yang ketar-ketir ngeliat kelakuan temennya akhirnya cuma bilangin aja, ” yaudah, lo jaga-jaga aja, kirim lamaran dari sekarang.. Lo kan tau Bigboss  suka plin-plan, sekarang bilang A, besok bilang Z…”. Momod mengiyakan nasehat Bella alakadarnya.

Dan feeling Bella emang jarang meleset, keesokkan harinya, Bigboss yang lagi ndak mood mendadak manggil semua KaBag. Ibu Liana yang nggak ada bahan buat diomelin akhirnya disinggung soal absensi anak buahnya, si Maudy. Pak Kipli selaku bagian HC bahkan sempat dituding melakukan penipuan terkait absensi Maudy dan Mursidi, ” Kipli, kamu klo kerjanya gak becus begini saya bakal komplain ke atasan kamu di bagian HC pusat. Ngapain kamu gak tegur orang macem gini dari dulu? Kamu mau nipu saya apa gimana?”

Pak Kipli yang bertubuh kecil makin menyusut ketika Bigboss membentaknya sedemikian rupa.

Hari itu juga, Maudy dipanggil pak Kipli dan bu Liana.

” Maudy, Bapak lihat kamu nggak ada perubahan sama sekali.. Tiap ditegur berubah paling awet cuma seminggu dua minggu, sisanya absensi kamu amburadul… Jadi Kami putuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kamu akhir bulan ini..” Ujar Pak Kipli sendu.

Maudy yang sudah tau bagaimana Pak Kipli dicaci maki sama Bigboss karena keterlambatannya, langsung minta maaf, ” Iya Pak, saya paham.. Dan Maafin saya ya Pak, gegara saya Bapak jadi kena marah sama Pak Bigboss.. ” Ujar Maudy dengan air mata menetes di pipi. Ia tak menyangka, kelalaiannya berakibat buruk juga pada orang lain. Makin tersedu ia ketika Pak Kipli menjawab sambil tersenyum bijak, ” Ndak papa Mod… Dimarahi  soal karyawan  itu sudah bagian dari pekerjaan Saya..”

*****

Bella menatap meja kerja Momod yang kini kosong tak berpenghuni. Sepele sih, gak boleh kerja karena sering terlambat. Katakanlah perusahaan Bella terlalu konvensional, masalah absen aja kok dibikinnya ribet bener. Tapi klo dipikir, kedisplinan kan emang berawal dari ketepatan waktu. Bukan soal nggak toleran, tapi ini soal Mau atau Tidak seseorang menyanggupi peraturan. Kalau yg sederhana soal standar jam masuk saja ndak bisa menyanggupi, lantas bagaimana dengan peraturan dan standar operasional lainnya?

Tapi kinerjanya Momod kan juga nggak jelek-jelek amat. Masa nggak ada pertimbangan lain sih?

Hm.. Namanya karyawan,,, selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang pasti amat-sangat terbatas. Nggak bisa dipungkiri deh, pasti selalu ada unsur like and dislike dari atasan buat ngambil keputusan.

Makanya, beberapa yang memang niat bekerja pasti berusaha menggunakan pemikiran-pemikiran cerdas untuk mengikuti peraturan tanpa tekanan, sambil mengambil ilmu dari sekitar, memperbaiki sisi diri yang tentunya masih banyak kekurangan. Supaya performancenya beneran terlihat. Mereka kadang juga nggak cuma bekerja, tapi juga sambil berkarya, memberikan sisi berbeda dalam pekerjaan mereka, mengubah yang buruk menjadi baik, yang biasa menjadi luar biasa. Ibarat orang lagi lari estafet, mereka itu The Changersnya.

Tapi ada juga beberapa yang memilih untuk hidup asal bekerja dan dapet gaji, sekedar penenang hati untuk membayar cicilan-cicilan yang entah sampai kapan. Bodo amat deh dengan performance, apalagi Berkarya? Mana sempat? … Masih bisa bangun tanpa rasa lelah dan kecapaian keesokan harinya juga udah syukur… Gitu terus sampai pensiun.. Selamanya jadi Karyawan Abadi. Tinggal nunggu, kapan diberhentikan atau paling beruntung dipensiunkan lebih awal.

*****

Bella menarik nafas dalam-dalam, ditatapnya kembali layar komputernya yang menampilkan kertas kerja untuk laporan bulan depan. Sebuah draft blog muncul dikepalanya dalam hitungan menit. Nanti malam ia  akan menuangkannya  secara utuh kedalam paragraf demi paragraf di halaman Blognya. 

Iya, Bella tak mau cuma jadi pekerja biasa, Ia juga ingin berubah menjadi lebih baik lagi dari dirinya yang sekarang. Bekerja sambil berkarya, meskipun karyanya kini cuma sekedar tulisan dalam sebuah blog kecil dan sederhana.

-Di Sebuah Malam Jakarta, 2017-

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: