Oatmeal

Hambar, begitulah rasa oat instan yg gue lahap pagi ini. Sama sih, seperti oat – oat sebelumnya. Makanya aku sudah terbiasa. 

Sudah beberapa kali menambahkan dengan topping lainnya, tapi mau bagaimanapun kreatifnya sebuah topping, citarasa oat ya aseliknyah seperti itu~. Hambar. 

Lantas kenapa dimakan? 

Soalnya sudah janji pengen hidup sehat per 2018 ini. Meskipun bubur ayam abang-abang dan aroma nasi ulam begitu menggoda di depan gerbang kantor. Tapi ada rasa bersalah setiap duduk menunduk dan bertemu pandang dengan si perut. Iya, rasa-rasanya perut yg menempel ditubuhku ini, mulai sedikit offside. Perut siapa sih inih! #kokjadikesal

Hal ini jugalah yg membuat gue jadi rajin nge-plank. Sudah 4 hari setiap pulang kantor, gue yang biasanya cuma gegoleran sambil nonton drama korea, jadi rajin melantai. 

Efeknya, gue jadi gak terlalu cepat lelah meskipun harus menaiki banyak anak tangga di stasiun yg jumlahnya alaihium gambreng itu, tubuh juga jadi lebih ringan buat jalan. 

Intinya, hambarnya Oat tak sampai menghambarkan hidup gue. #eaaaa #30haribercerita #30hbc1805

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: