Point of View

Nomor antrian itu semakin mengecil,

Aku jadi semakin deg-degan.

Jujur aku termasuk orang yang jarang sakit. Meski aku sering mengantar Ibu cek, posisiku cuma sebagai pengantar, bukan sebagai orang yang akan diperiksa.

Lucu, 

bagaimana situasi menjadi terasa begitu berbeda ketika posisi dan sudut pandang kita dirubah. Mungkin juga itulah sebabnya orang harus terus dan terus belajar, untuk dapat melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, untuk mengetahui dan menemukan cara penyelesaian yang terbaik.

Ah, Namaku dipanggil.

Aku berdiri. 

Apapun yg terjadi didalam ruangan 2 kali 3 meter itu, aku harus siap menerimanya dengan lapang hati.

” Coba mulutnya dibuka lebar ya mbak..”

Aku pasrah. Kubiarkan Dokter itu menggunakan sudut pandangnya untuk menyelesaikan masalahku.

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: