“Mother” : Uncomfortable KDrama that makes us hate Child Abuse more..

Beranikah kamu mengambil sebuah tindakan mainstream ketika melihat ada suatu ketidakberesan di sekitar lingkunganmu?

Beberapa dari kita pasti masih merasa ragu, tapi……. tidak dengan karakter yang diperankan oleh Lee Bo Young dalam “Mother”, Sebuah Drama korea terbaru dari TvN yang merupakan hasil remake dari Dorama Jepang dengan judul yang sama pada tahun 2010.

Mother menceritakan tentang seorang guru TK yang menemukan adanya ketidakberesan pada anak didiknya. Semua ketidakberesan itu menuju pada sebuah kesimpulan yang jelas. Child Abuse. 

Normalnya, orang – orang akan melaporkan kasus child abuse ke pihak berwajib, tapi tidak dengan Kang Soo Jin ( Lee Bo Young ), guru TK ini justru berniat membawa Hye Na ( Heo Yool ), murid korban child abusenya ke Iceland, dan berencana untuk menjadi Ibunya agar Hye Na tidak perlu lagi merasakan sakitnya jadi korban child abuse.

Healing your own pain with save the others.

Waktu nonton 2 episode pertama yang udah tayang, kepikiran banget sih, kenapa juga mesti ekstreem banget ngabur buat menyelamatkan Hye Na? Kenapa Soo Jin nggak lapor polisi aja? Atau bawa Hyena ke komisi perlindungan Anak? Emang di Korea Selatan nggak ada?

Weitz, tenang-tenang chingudeul…Di Korea Selatan juga ada Lembaga Perlindungan Anak Nasional, ( NCPA)

” tujuan NCPA adalah untuk mencegah, melindungi, dan membantu pemulihan anak-anak yang dilecehkan dan diabaikan oleh keluarga mereka, melalui sebuah sistem organisasi yang bekerja sama, dan dengan menggunakan media massa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah sosial penganiayaan anak dan kelalaian “

Namun nampaknya dampak NCPA dalam hal pencegahan dan perlindungan anak sangat kecil, karena seringkali anak-anak kembali ke orang tua mereka:

Jika kejadiannya parah, kita bisa mendapatkan hak asuh anak dan melindunginya selama 72 jam di fasilitas negara bagian, tapi biasanya hal ini akan menimbulkan protes dari orang tua, dan akibatnya sebagian besar anak-anak yang dilecehkan harus kembali ke rumah “(qtd. Chosun Ilbo 17 Januari 2013. Sumber yang sama mencatat bahwa, menurut sebuah penelitian oleh seorang peneliti di Majelis Nasional, lebih dari 70 persen anak-anak yang disiksa oleh orang tua mereka dikembalikan ke perawat mereka, “walaupun mereka sering membutuhkan terapi dan perawatan medis untuk sementara “

Sumber : http://www.refworld.org/docid/5372125d4.html

Chingudeul bisa juga lihat artikel terkait child abuse di korea melalui link disini : 

 http://m.koreatimes.co.kr/phone/news/view.jsp?req_newsidx=195909

Well, untuk beberapa kasus child abuse memang nggak segampang lapor ke pihak berwajib sih. Banyak banget pertimbangannya. Child abuse itu jelas banget bikin trauma. Korban pasti udah turun banget kadar kepercayaannya sama orang lain. Gimana bisa percaya lagi sama orang, kalau Ibu sendiri aja udah gabisa dipercaya dan jadi sumber rasa sakit si Anak? Dan lagi, di dunia ini memang realitanya banyak banget orang yang suka cari kesempatan dalam kesempitan. Jadi masalah melaporkan dan menitipkan anak korban child abuse ke lembaga tertentu, rasanya memang beneran sebuah keputusan yang sulit. 

Karakter utama dalam drama ini masing-masing punya rasa sakitnya sendiri, Soo Jin kecil dulu sebenarnya dibuang oleh ibunya, tapi ia beruntung karena tumbuh berkecukupan, sebab ibu angkatnya adalah seorang artis. *Yang mana masih jadi misteri juga buat gue dan membuat gue bertanya-tanya, ada berapa Ibu sebenarnya yang Soo Jin punya di masa lalu, dan mungkin ini juga yang membuat Soo Jin berpikiran kalau dia seperti burung yang bermigrasi. Hidup berpindah-pindah dari satu Ibu ke Ibu yang lain…*

Namun meskipun berkecukupan, Soo Jin sepertinya tidak mendapatkan kebutuhannya akan sosok “Ibu”. Mungkin itu juga sebabnya, ketika ia melihat Hye Na yang penuh luka akibat tindak kekerasan oleh ibu kandungnya, ia langsung membuat keputusan besar untuk menyelamatkan muridnya tersebut. Menjadi Ibu pengganti untuk Hye Na.

Secara psikologis, menjadi Ibu Hye Na merupakan bentuk self healing bagi Soo Jin yang masa kecilnya nggak pernah dapet pengalaman punya Ibu dalam artian sesungguhnya. 

Dalam sebuah adegan, Soo Jin menyanyikan lagu nina bobo untuk menidurkan Hye Na dipangkuannya, Hye Na yang mulai mengantuk bertanya kepadanya, ” Ms. Soo, apa aku tidak berat?”, lalu dengan kalem Soo Jin menjawab, bahwa meskipun berat, Ia tidak akan melepas Hye Na karena ia takut Hye Na akan hilang dari pandangannya. It feels so deep… you know,  when someone has been abandoned, she will learn to keep together with the person that she loves right now. 

So, she choose to protect the others while she tried to heal her pain from the past… *deeeeeeepppp


Initial Review : 

Dari awal munculnya drama ini, kamu bakal diterpa aura dingin yang nggak nyaman. Mulai dari Hye Na yang didorong sampai jatuh sama ibunya sendiri di tangga, ditinggalkan dalam kantong sampah, Soo Jin yang malah ketemu Human Trafficker setelah kabur bersama Hye Na. Sampai kesal dan takutnya mereka ketika duit mereka dibawa lari sama tukang passport palsu gegara ada penggerebekan oleh pihak berwajib.

Duh, pokoknya sedih bangetlah klo ditonton. Jujur gue bilang, drama ini adalah salah satu content korea dengan aura cerita yang berbobot. Sedikit gelap sih, Tapi nagih! 

Semua itu berkat akting berkualitas dari Lee Bo Young memang pantas untuk memerankan karakter “Mother” disini. Kenekatannya membawa murid nya pergi, Ketakutannya ketika ketemu orang-orang di hostel, dan juga rasa khawatirnya tertangkap polisi karena dianggap menculik, semua tersampaikan dengan baik dari ekspresi Lee Bo Young di setiap adegan.

Beberapa orang mengatakan bahwa versi dorama Jepang nya memiliki alur yang sangat lambat, tapi gue nggak akan bahas perbandingannya disini karena memang belum sempat lihat versi asli jepangnya ya chingudeul. Yang jelas menurut gue, drama ini merupakan drama yang bagus dan perlu ditonton, bukan cuma untuk memenuhi hobi nonton, tapi juga membuka mata kita, bahwa bahkan di era yang begitu maju, dan di negara yang paling sukses sekalipun, child abuse masih saja menjadi hal yang “lumrah” terjadi.

Oh ya, untuk trailernya, chingudeul bisa lihat disini : 

https://youtu.be/48J7eoiWtwo 

https://youtu.be/X-7Lp5Q6i34

https://youtu.be/lWshUmh3HWA

Simak juga kelanjutan reviewnya di : On Going Kdrama Review : “Mother “


Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

6 thoughts on ““Mother” : Uncomfortable KDrama that makes us hate Child Abuse more..

    1. Kabarnya pemeran drama si anak kecilnya juga di konseling selama syuting ketika ada beberapa adegan yang cukup violent, supaya nggak terpengaruh ke sisi psikologi sang anak.
      Ter- niat lah ni drama pokoknya, 😊😊😊

  1. Baca review nya aja udah bikin sesak dada nih 😩😭😭😭
    Terus jd inget dorama jepang jaman kecil yg ceritanya juga sedih meluluu tiap episode, rindu-rindu Aizawa ya judulnya kalo ga salah

  2. seriusan ini ada settinh di iceland nya?? waaaah ku jadi ingin nonton sepertinya menarik. kebetulan lagi cari cari drama korea buat ditonton
    thanks for sharing mbak! πŸ™‚

    1. setting icelandnya keknya batal soalnya pas mo ngabur udh ada penggerebekkan duluan, tapi blm tau nih kedepannya sang pd-nim mo gimana, masih airing soalnya sis,
      ehehe, siap2 tissue yessss πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: