Juleha’s Story : Jenis-jenis penumpang Commuter Line yang Perlu dihindari 不不不

Kenapa sih mendadak bahas Commuter?

Hm… Secaraaaaa selama ini gue udah cukup sering ngebahas drama korea, sampai temen temen kantor gue akhirnya berhasil gue racuni sekitar 30 % nya untuk nonton kdrama, maka marilah kita rehat sejenak dari segala pembahasan drakor dan kegantengan tanpa dusta para oppa dan ahjussi-ahjussi rasa oppa yah gaes…. 

Dan untuk teman-teman gue yang sudah terlanjur kecemplung, maka gue ucapkan : 

selamat datang wahai teman teman, sekali kalian kesengsem sama satu drama, maka dipastikan selanjutnya akan lebih mudah bagi gue untuk mengkontaminasi pikiran pikiran yang biasanya diisi angka debet-kredit-jurnal-target-revenue kalian itu dengan hal hal menyenangkan ala Korea ( ). 

Okay, sekarang ijinkan Juleha untuk mulai menceritakan sedikit hal hal tentang dunia perkereta – apian jarak dekat, atau yang biasa warganet kenal dengan sebutan commuter.

Chinggudeul tau kan Commuter pada jam jam busy itu seperti apa perjuangannya?

Iyes,, 

Perjuangan ketika pintu commuter dibuka, kemudian si penumpang masuk dengan harapan dan ekspektasi optimis

 “Owkayyy… pasti masih ada space didalam sana yang cukup untukku…  fu fu fu fu…” 

tapi,

ternyata,

realitanya berkata lain.

*berusaha menerima realita*
dan klo commuternya bisa dialog, mungkin dia bakal bilang. 

” Sorry, There no space available for you..”

maka yang terjadi kemudian adalah, penumpang ini akan merangsek masuk, walau setelah uget-uget sekian detik kaki ma tangannya cukup, ada yang perutnya melanggar batas pintu, atau ada yang kaki-tangan-perut berhasil masuk, tapi bokong nya masih diluar batas pintu, gak pewe banget lah posisinya tapi yang penting masuk!

Perjuangan uyel-uyelan yang kadang bikin commuter delay 5-10 detik karena penumpang-penumpang kita itu kelewat optimis buat naik, sampai akhirnya harapan-harapan itu terputus ketika Pak Petugas nyempritin priwitannya biar kereta cepet jalan.

Dannnn…Klopun berhasil masuk setelah perjuangan keras yang setara dengan membakar kalori perut selama 3 detik itu, juga bukan berarti pada bisa jumawa loh, apalagi sampai ketawa tawa bahagia, karena pada dasarnya… yang udah masuk kedalam commuterpun masih harus berjuang agar tak tersulut emosi ketika dapet posisi nelangsa sampai ke Stasiun tujuan. Kok Nelangsa? Iyess, kamu bakalan ngerasa nelangsa selama perjalanan kalau kamu ketemu sesama penumpang commuter yang kelakuannya kek begini :

1. Penumpang Pendek Sok Tinggi

Teman-teman pernah nggak berdiri dibawah handle buat pegangan yang bergelantungan didalam gerbong kereta? Iya, handle yang bentuknya lingkaran or segitiga ituhh… Tapi kalian gabisa pegangan ke handle itu karena ada orang dari belakang, atau dari samping yang kekeuh banget buat pegangan diatas kepala kalian.

Kalau pegangan doang sih gapapa, ini masalahnya karena tinggi mereka juga gak seberapa, tangannya jadi kena kepala kita, dan tiap kereta ngestarter buat jalan, ataupun ngerem, tangannya malah nahan beban kekepala dan bahu kita. 

Meskipun dalam hati kita bilang : 

“Lah, trus lu pegangan daritadi faedahnya apppppppa Mansur…!!! , pegangan gue aja sekalian nih daripada kepala gue ditoyor -toyor… “

Tapi kenyataannya kita cuma bisa diam, karena :

 

syalalalala cari pahaaalaaaa~~

Tapi jangan sedih, apalagi sampe kesel, karena klo misalnyapun terpaksa, kalian berhak loh pegangan balik sama orang yang pegangannya asal – asalan diatas kepala kalian itu. Asal jangan kelewat nyaman, terus jadi tempat bergantung dan sandaran hidup ya, karena sandaran hidup kita itu cuma satu buat dunia – akhirat. 

Allah subhanahuwata’ala..

Betul?

#backsound : Syalalalala cari pahala~~~~

2. Penumpang kereta sensitif ( melebihi testpack ).

Pernah nemuin mbak-mbak yang kesentuh gak sengaja, terus abis kesentuh langsung pasang wajah jutek kek lagi mo ngelabrak cewek perebut suamik orang?

Atau kalopun ga sempet tuker-tukeran pandang, mungkin dengan gaya khasnya dia mendecakkan lidah sambil pasang tampang kesal, bete, pengen marah, tapi gak berani. 

Atau ada juga yang pernah lihat penumpang masuk dengan cara yang kasar banget, kayak si Bleki klo lagi ngeringin badan abis dimandiin. Masuk kereta aja uget-ugetnya heboh. Mana badannya gempal, tinggi besar, kek Titan, sengaja masuknya kasar gitu biar orang pada minggir.Tapi ternyata badan sama kelakuan gak sepadan. Saat ada yang gak terima karena kesikut gerakannya dan mencoba mengkomunikasikan efek kehadirannya dengan berkata, “maaf…sikutnya sakit mbak kena punggung… “

eh, yang dikomplain bukannya minta maaf balik malah mbaknya makin nyinyir, “Klo gamau kesenggol naik aja Taksi sana Mbak, jangan kek orang miskin!!” *lengkap dengan bibir geter geter nya*

Meskipun nggak ikut kena sikut, Juleha yang cuma sebagai pihak ketiga aja suka kesel loh liat orang model begini, kadang pengen gitu sikut balik rusuk punggungnya, biar kalau dia gatahan dan komplain saat dikasih perlakuan yang sama, bisa teriakin balik, sama persis dengan apa yang dia teriakkin ke orang. 

tapi bagaimanapun, Juleha selalu ingat kata-kata Bu Juju :

” Karena Allah bersama dengan orang-orang yang sabar….”

Untunggggg hati Juleha ini buatan Allah ya Chinggudeul, jadi bisa sabar, coba buatan India… bisa – bisa ikutan nari dari satu pohon ke pohon lain…

3. Penumpang Tukang Ngalangin Jalan

Bayangkan kalau ada orang yang masih turun 2 stasiun dengan jarak lumayan jauh tapi berdirinya deket pintu dan gamau digeser sama sekali. Disuruh masuk ke dalem ogah, turun pun masih jauh, contohnya kek kisahnya Juminten ( sebut saja demikian ), seorang pelajar sekolah menengah atas yang akan turun di Pasar Minggu. Berhubung situasi kereta padat merayap, sejak stasiun Kalibata, Juminten melakukan jurus ‘lintah membelah comberan’, alias uget-uget sambil permisi biar dikasih jalan.

“Permisi, Maaf mo turun Pasar Minggu… ” begitu kata Juminten sopan, *sambil maju perlahan ke arah pintu* . Otomatis, orang-orang memberinya sedikit ruang.

Namun seorang mbak-mbak tampak keukeuh, stuck dekat area pintu, tak bergeming, hanya jempolnya yang asyik memegang Handphone, Intip sedikit, si Mbak lagi Ngegame Mobile Legend ternyatah, tubuh si mbak yang kokoh cukup untuk menyulitkan Juminten yang mau turun, padahal masih ada 3 orang lagi yang harus ia lewati untuk kedepan pintu. 

Kini, ia sudah sampai dipasarminggu baru. Juminten memberanikan diri bertanya,

Mbak Turun Pasar Minggu juga ?, Tanyanya pelan.

Aku Pondok Cina. Jawab si Mbak. Tanpa mengalihkan wajahnya dari layar Handphone.

Juminten memberi isyarat dengan maju mendekat, tapi si Mbak gak bergeser sedikit pun. Juminten menyerah, mungkin nanti mbaknya ngasih ruang dengan turun dulu dari gerbong kereta, begitu, prasangka baik dalam pikiran Juminten. Akhirnya saat sampai di stasiun Pasming, Si Mbak tetap tak bergeser sedikit pun. Juminten yang juga didorong dari belakang bergerak maju bak lebah keluar sarang. Si Mbak penghalang pintu terdorong, si Mbak terlihat kesal, bahkan tanpa rasa berdosa, tatapan tajamnya mengarah ke Juminten sambil mendecakkan lidah, “Ck!!” Meskipun gak lama, karena kemudian si Mbak menatap layar hapenya lagi, kesal karena permainannya terganggu.

Dan bunyi “ck” ituh ya sodara-sodara, terdengar amat sangat menyebalkan rasanya,,, 

Karena seolah-olah Juminten – lah yang salah, karena seolah-olah Juminten gak siap-siap daritadi, Seolah-olah Juminten gak ngasih kode-kode kepadanya daritadi.

Juminten yang berhasil turun, pada akhirnya cuma bisa balik menatap mbak penghalang jalan dengan takjub, dalam hati ia menggumam, 

“Loh, daritadi kan gue udah siap-siap mo turun, lo nya aja asik maen hape mulu ngalangin jalan… hufthh….. seledri Bubur…gue sumpahin ga naek-naek tuh level.. “

Kesimpulan : Jangan main game di commuter, apalagi deket pintu. 

Bikin keki woy!

4. Penumpang gak hamil, sehat walafiat, dan masih muda, tapi kekeuh dan menghalalkan segala cara untuk duduk di Kursi Prioritas.

Juleha lagi pulang bareng Neng Iteung, ceritanya kebetulan mereka lagi duduk di prioritas. Tapi mereka tau dan sadar diri, tahta mereka ini paling bertahan dua -tiga stasiun. Kebetulan di stasiun ke-3 ada ibu Hamil beneran. Juleha bangkit memberikan kursinya untuk si Ibu. Saat berdiri itulah, dari gerbong sebelah, terdengar dialog dua ubur-ubur merencanakan persengkokolan. 

“Nanti lu pura-pura hamil aja, kan lu gendut ga ketauan, nanti gue bantuin minta ye.. terus di st. xxxxx kita gantian duduk…”

Dua Ubur-ubur itu sampai disamping Juleha, Neng Iteung refleks mo berdiri karena ga enak mengira salah satu ubur-ubur yg baru datang dari gerbong sebelah itu lagi hamil muda. Dan Juleha yg gak sempat ngasih tau Iteung cuma bisa menggumam, 

” well okelah… maybe nanti dia juga bangun klo ada yg hamil beneran… “

Tapi ternyata, ketika beberapa stasiun terlewati dan ada ibu hamil beneran naik, duo ubur-ubur ini gak sadar diri klo mereka tuh gak hamil, cuma kebetulan gede aja di perut. Sampai akhirnya seorang ibu memcetuskan kata-kata yang membuat mereka terpaksa bangun, ” Tolong mbak klo ga hamil bangun.. jangan pura-pura hamil cuma buat duduk…”

Gue yang daritadi memang sudah curiga sama duo ubur-ubur ini akhirnya lega. Karena itu berarti kecurigaan gue benar adanya. Pertanyaannya, kenapa ada orang-orang yang model kayak gini di dunia? Kenapa? 

Tapi ah sudahlah, tak usah dipikirkan lama-lama, sebab klo dipikir :

Jadi kepikiran, klo cuma buat tempat duduk commuter aja ada orang-orang yg menghalalkan segala cara kek begini, terus gimana buat “tempat duduk” lainnya yhaaa…? 

*****

Well, itu aja sih yang mo gue ceritain soal penumpang-penumpang commuter.. tapi jangan di generalisasi ya, masih banyak kok penumpang commuter lainnya yang berbudi pekerti luhur seperti Juleha & Juminten contohnya.. *tsaaahh, kewer-kewerin hijab*

Dan semoga…. para commuters tetap tabah menjalani, seandainyapun lagi apes dan ketemu sama tipe-tipe penumpang kek diatas…

Salam, Commutermania!

Pic Source :

Qasidah Memez IG

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: