Ayudevi Story :

On Your Wedding Day : Endingnya sedih sih, tapi bukan itu aja intinya..

Beberapa hari yang lalu baca comment netizen Indonesia yg abis nonton “On Your Wedding Day”

Kebanyakan netizen Indo commentnya ya gajauh-jauh dari :

Endingnya sedih…”

” Kisah lain dari jagain jodoh orang “

Hm…. gue scrall scroll ke bawah yaudah klo komennya netizen indon ya kek gitu-gitu aja. Pfftt… Ngga ada yang ngomenin bagaimana apiknya sang penulis ngatur jalan cerita, sinematografinya, penyebab sad endingnya… kalaupun ada, segelintir aja itupun masih bisa dihitung 1-2…

Netizen Indo emang klo ada cerita ending kek gini langsung ngomenin seragam, “jaga jodoh orang”. Bzzz..

So buat yang masih belum nonton kmovie terbaru dari Park Bo Young dan Kim Yong Kwang, mari kita bahas kenapa film ini layak ditonton meski endingnya sedih.

1. Chemistry antar pemain yang bikin Baper.

Sebagaimana kita ketahui, Kim Yong Kwang dan Park Bo Young bukanlah nama asing buat penggemar drama or movie korea.

Sukses dengan peran-perannya di fiksi drama sebagai cewek imut super kuat di “Strong Woman Do Bong Soon“, dan asisten chef yang kadang di rasuki roh di ” Oh My Ghostess “, Park Bo Young lagi-lagi memukau para penggemar dengan aktingnya di film “On Your Wedding Day”

Awalnya gue sempat ragu bagaimana keserasian mereka berdua dalam memainkan karakter karena perbedaan tinggi yang lumayan jauh. Tapiiii… sepanjang film gue malah merasa kalau mereka ini cocok banget! Berasa atmosfer cute dan uwu-uwu nya mereka berdua. Jadi…. ternyata perbedaan tinggi badan yang cukup banyak nggak jadi halangan buat mereka berdua untuk menghadirkan chemistry yang bikin gemas. Karena apaaaa? ya karena chemistry hadir dari kemampuan akting para aktor, bukan dari tinggi badan chinggude…. 😋😋😋

Bo Young memerankan karakter Hwan Seung Hee dengan sangat baik, Seung Hee yang realistis, agak sedikit tertutup, punya harga diri dan pekerja keras disampaikan dengan apik oleh Park Bo Young.

Dan Kim Young Kwang sebagai Hwang Woo Yeon… ya Allah… gue kadang heran ya bagaimana para aktor korea ini masih bisa pantes memerankan anak sekolahan sedangkan usia mereka udah lewat banget dari masa-masa sekolah. Seolah umur mereka bisa berhenti bertambah selama 10 Tahun. Kelakuan boys itu emang will be boys forever tapi kulitnyaaaa… Duh, emang ya… di korea sana perawatan kulit ngga pernah boong klo mahal niat yeorobun..

2. Senang-senang itu boleh, tapi Belajar dan ngejar mimpi itu Wajib!

Daripada fokus ke endingnya yang katanya sedih banget ituuuh, coba kalian simak baik-baik saat Hwan Seung Hee menasihati Hwang Woo Yeon pas lagi bolos bareng buat jajan tteopokki karena males belajar.

” Jangan sampai hidupmu jadi susah karena menyia-nyiakan waktumu yang 2-3 tahun itu.. “

3. Setiap orang punya batasnya masing-masing sesuai dengan karakter yang dibentuk oleh hidup mereka.

Ketika kamu dipertemukan dengan seseorang, selalu ada makna dibaliknya. Entah untuk dijadikan kenangan atau untuk sebagai bahan pelajaran.

Hwang Woo Yeon dan Hwan Seung Hee boleh jadi dipertemukan bukan untuk dikenang sebagai pasangan paling uwu, tapi untuk saling menguatkan dalam bentuk lain.

Kisah keluarga Seung Hee yang memiliki Ayah pemabuk dan selalu menyalahkan Ibunya ketika keadaan keluarga sedang sulit membuat Seung Hee melakukan keputusan terbaik dengan mengakhiri hubungan dengan Woo Yeon saat ia mendengar Woo Yeun mengatakan pada Geu Nam hal yang mirip seperti yang biasa Ayahnya lakukan pada Ibunya.

Gue sebagai Seung Hee pun akan melakukan hal yang serupa. Katakanlah Woo Yeun mengejarnya selama sepuluh tahun tanpa henti. Tapi kalau Woo Yeun ternyata punya pikiran seperti yang biasa Ayah Seung Hee katakan pada Ibunya meskipun sekedar pikiran iseng lewat. Menurut Gue, ga salah-salah amat kok klo kisah mereka harus berakhir. Itu jauh lebih baik daripada mereka tetap melanjutkan hubungan sampai mereka menikah lalu malah menyesal belakangan. Disini penulis membuat ceritanya realistis banget. Logikanya kalau orang sudah trauma dengan hidup yang dijalaninya di masa lalu, nggak akan mungkin dia mau masuk ke kehidupan baru yang memiliki kemungkinan sama dengan kehidupan lamanya. Gue amat sangat mengerti dengan keputusan yang Seung Hee buat disini.

Jadi gini deh, Kalian juga pasti punya alasan tersendiri kan kenapa kalian nggak bisa suka sama reptil, benci perokok, atau mungkin juga benci keramaian? Apapun alasannya, itu adalah batasan yang kalian punya. Dan orang yang akan kalian pilih untuk hidup selamanya sama kalian sebagai pasangan kalian nanti harusnya bisa memahami atau minimal bisa menerima keterbatasan itu. Soalnya kalau nggak, kedepannya hal sepele kayak gini bakal jadi boomerang buat hubungan kalian di masa depan.

4. Berani mengakui kesalahan itu penting. Meski timing nya sudah terlambat.

Kira-kira kalau chinggudeul diundang ke nikahan mantan yang untuk ngedapetin hatinya aja butuh 10 tahun usaha, terus hubungan kalian udah berakhir agak lama kalian bakalan tetep berani dateng ke upacara pernikahannya nggak?

Klo aku sih nggak bakalan berani. *eaaaa

Tapi Hwang Woo Yeun berani dateng gaessss!

Pada akhirnya dia menyadari dan menyesal pernah mengatakan bahwa kehadiran Seung Hee dalam hidupnya membuat hidupnya menjadi sulit.

Padahal, kalau dipikir dengan positif, karena Seung Hee lah ia bisa berhasil jadi mahasiswa Univ. Hankook

Berkat Seung Hee juga lah ia bisa jadi guru olahraga penuh waktu.

Hwang Woo Yeun yang berhasil sekarang ini adalah berkat usahanya dalam rangka menjadi yg terbaik untuk Seung Hee. Jadi secara gak langsung, Seung Hee lah yang membuatnya jadi manusia bermanfaat seperti sekarang.

Dan butuh keberanian besar bagi Woo Yeun untuk mengakui semuanya di hadapan Seung Hee yang beberapa saat lagi udah mau married.

Kenapa sih Woo Yeun repot-repot nemuin Seung Hee buat ngomong begitu doang?

Karena emang Seung Hee harus mendengar ini dari Woo Yeun gaess… bayangin dia hidup bertahun-tahun dengan ayahnya yg pemabuk dan memutuskan kekasih paling baik yang ia punya karena keduanya mengatakan hal yang sama : Kalau kehadirannya membuat hidup mereka sulit.

Dengan kehadiran Woo Yeun tepat sebelum upacara pernikahannya, dan mendengar perkataan Woo Yeun umtuk menjelaskan semuanya, setidaknya ia bisa menjalani hidup barunya melalui pernikahan dengan pikiran yang benar-benar baru dan hati lega.

Keberanian Woo Yeun menemui Seung Hee dan mengatakan berbagai hal positif perihal pertemuan mereka menjadi semacam lambang, untuk memutus rantai buruk yang selama ini berputar dalam pikiran/ hidup seseorang.

Itulah kenapa, film ini nggak cuma sekedar film yang berakhir sedih. Tapi punya makna deep banget di setiap adegannya.

Nah, kira-kira itu sih 4 hal yang bisa jadi point utama dari film “On Your Wedding Day”. Jadi gak cuma sedihnya doang yaaa yang bisa dikomentarin… 😌😌😌

Terus kalau penasaran gimana dan kenapa film ini dibilang bagus, tonton aja langsung filmnya ya Chinggudeul!

Advertisements
This entry was published on October 28, 2018 at 11:24 pm. It’s filed under Content Korea, Movie, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: