Book Review : Ayahku Bukan Pembohong by Tere Liye

Kita mungkin pernah mendengar kisah dari orang – orang dewasa sewaktu kita masih kecil. Kisah-kisah hewan lucu cerdik macam dongeng si Kancil yang lazim diperdengarkan, atau cerita unik tentang perjuangan Kakek kita sewaktu masih jadi tentara di Zaman Penjajahan.

Tujuan orang dewasa bercerita pada anak kecil rata-rata hanya ada dua.

Pertama,

Agar Si Kecil yang mendengar dapat meniru sifat-sifat baik dari karakter tokoh utama cerita.

Kedua,

agar kisah itu dapat terus dikenang hingga nanti,

saat sang pencerita tak lagi ada didunia ini.

tapiiii ada juga orang dewasa yang suka cerita ma anak kecil untuk tujuan ketiga. Buat riya, wkwkwkwkwk… “ψ(`∇´)ψ

*****

Dam memiliki Ayah yang pandai bercerita. Masa kecilnya penuh dengan kisah-kisah seru dari Ayahnya yang seorang PNS sederhana.

Keluarga Dam bukanlah keluarga berada, tapi bukan berarti hidup Dam dan keluarganya juga sengsara.

Dam memiliki idola, El Capitano, Kapten Sepakbola grup favoritnya. Selain itu, Dam suka berenang. Dia bahkan menjadi perenang terbaik di salah satu klub elit renang dikotanya. Dam punya banyak teman disekolah, Cewek baik hati bernama Taani, Jarjit yang selalu usil dan lain-lain. Meskipun bisa dibilang, Jarjit bukan teman yang baik-baik amat bagi Dam. #eh

Menginjak remaja, Dam bersekolah di Akademi Gajah, akademi unik yang mengajarkannya berbagai hal luar biasa, banyak hal yang ia pelajari disana, hal-hal yg sifatnya akademis maupun non akademis, termasuk beberapa pertanyaan tentang kisah-kisah yang pernah Ayahnya ceritakan. Kisah tentang Apel Emas Lembah Bukhara, dan Klan Penguasa Angin.

Sama seperti Dam yang terhanyut dengan kisah-kisah dari Sang Ayah, Tere Liye lagi-lagi berhasil membuat Ayy ikut terhanyut dan penasaran, Apakah cerita-cerita Ayah Dam itu nyata?

*****

Novel Tere Liye ini terbit pertama kali pada April 2011. Dan yang Ayy baca ini adalah cetakan keduapuluh lima : Mei 2019. Oiya, harganya sangat terjangkau, hanya tujuh puluh delapan ribu rupiah.

Tebalnya yang cuma 304 halaman, mampu diselesaikan dalam waktu dua hari di sela-sela perjalanan pulang pergi Kota-LA menggunakan Commuter.

Meski terkesan tebal, namun Novel ini sangat ringan saat dibawa kemana-mana. Cocok buat yang bisanya baca dijalan seperti Akooh gaess..

(^_^)

Desain dan Font Covernya juga menggoda, dari jarak 1 meter di area pajangan buku laris Gramedia, Novel ini terlihat jelas dan seolah-olah meminta untuk dibawa pulang.

“…bawa pulang akuuu, bawa pulang akuuu…”

Mas Tere dengan gaya tulisannya yang khas selalu berhasil membawa imajinasi berkelana, menelusuri kisah melalui kata-kata.

dan tentu saja kisah-kisahnya tidak pernah mengecewakan. Selaluuu saja ada bagian – bagian diri ini yang tergelitik, tersentil, tergugah, saat kita membaca Novel hasil karya Tere Liye.

Atau dengan kata lain, sekali lagi Tere membuktikan bahwa beliau adalah penulis handal, dan membuat Ayu senang karena telah membeli Novel ini.

Nah, kalau teman-teman juga mau tahu bagaimana Dam mencari kebenaran tentang cerita-cerita Ayahnya. Bagaimana Dam tumbuh dewasa, Bagaimana Dam menemukan cintanya, Buruan ke Gramedia terdekat dan boyong Novel-novelnya Tere Liye ya, oiya, kalau teman-teman sudah baca, boleh juga share pendapat kalian dikolom komentar, kan senang kalau bisa tukar pikiran dengan teman-teman yang sehobi, ya nggak? o((*^▽^*))o

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: