Kim Ji Young, Born 1982 : Film Singkat Kehidupan Seorang Perempuan

Assalamualaikum Chingudeul!

Udah lama nggak update blog niy, apakah kalian merindukan Ayu? tentu saja rindu yakan! Ahahahhaha! ( iya-in ajadeh, biar cepet )

Baiklah… baiklah.. karena Ayu ini orangnya pemalu, baik hati, tidak sombong dan rajin nonton drama korea, kemarin tiba-tiba pengen nonton di bioskop. Kebetulan juga ternyata filmnya Mas Gong Yoo ini ada di halaman utama salah satu aplikasi bioskop, dan memang trailernya hilir-mudik menggoda di media sosial, jadi akhirnya, Gue, yang anaknya pemalu namun malu-maluin ini, memutuskan untuk pergi menonton bersama Yaya, Seorang mahluk yang dikirimkan oleh Allah sejak lama, yang baru Gue ketahui bahwa fungsi hadirnya didunia ini salah satunya adalah untuk menemani kakaknya nonton. “ψ(`∇´)ψ

*Sudah siap untuk digeplak Yaya, jika suatu saat nanti dia membaca blog ini…*

Waktu pertama kali scene film dimulai, Mas Gong Yoo sedang menemui seseorang dan menceritakan istrinya.

Reaksi Gue saat melihat Mas GY adalah, ” Oh ya Ampun, Mas Gong Yoo ini kok sudah lama gak keliatan, tetep ganteng aja ya? Bertapa di Goa manakah dia?

tapi kegantengannya yang haqiqi itu tidak membuat Gue lantas amnesia untuk menikmati detil lain film ini. Bahkan setelah satu jam sejak film dimulai, Gue mulai bertanya-tanya seperti Armada Band : ” Mau dibawa kemana? hubungan kitaaaa~”

Anehnya, meskipun terkesan lamban, Gue merasa penasaran juga dengan akhir dari film ini. Bagaimana penulis akan mengakhirinya? Happy Endingkah? Sad Endingkah? Pertanyaan itulah yang membuat gue tetap duduk dikursi penonton sambil ketawa dan nangis bergantian dalam interval kurang lebih 10 menit. Iya. Kek orang bego, nonton aja mpe nangis. Lemah.

Untung aja ada Yaya yang nemenin Gue. Klo ngga, mungkin Gue bakal kayak mas-mas sebelah yang dikit-dikit nengok ke arah gue karena diam-diam Gue sesenggukan. Tapi Gue tau, dia pasti juga sebenernya pengen nangis.

Oiya, harus tepuk tangan sih buat sutradaranya, karena sudah maksimal banget membuat alur maju mundurnya dengan timeline yang pas, benang merah yang dibuka satu persatu, alasan panjang dibalik karakter Ji Young yang semula normal dan jadi depresi dengan hidupnya.

Dan tepuk tangan juga buat penulis novelnya. Cho Nam Joo. Karena mampu menghadirkan berbagai karakter yang berbeda dalam satu film. Gue yakin, penulis gak cuma asal berpikir saat menuangkan idenya menjadi naskah film, pasti sudah ada riset sebelum membuat dialog-dialog yang relatable sekali dengan kehidupan wanita sehari-hari. Kalau Chingudeul menikmati filmnya dengan maksimal, Chingudeul pasti tau bagaimana ringannya penulis menyinggung hal-hal penting yang dialami oleh perempuan belakangan ini, yang mungkin cuma dikasih waktu sekitar 5-10 menit!

Tentang budaya patriarki yang masih mengakar di perusahaan, di masyarakat, meski dunia sudah semakin modern.

Tentang bagaimana perempuan-perempuan masih saja dijadikan objek dan juga masih sering disalahkan jika terjadi Pelecehan Seksual.

Tentang bagaimana orang masih saja mempercayai hal-hal mistis seperti kerasukan, dibanding hal logis realistis seperti depresi.

Jadi, berapa ratenya untuk film ini?

Untuk cerita dan materi yang disampaikan. 4.5.

Jarang-jarang ada penulis yang mau mengangkat topik budaya patriarki dan mau repot-repot menjadikannya film layar lebar.

Untuk Aktor dan Aktrisnya, 4.5. untuk Gong Yoo, Well dialognya sedikit, tapi dia menampilkan semua adegannya dengan maksimal. Untuk Jung Yu Mi sebagai Kim Ji Young, aku cuma berani kasih 3. Ada beberapa adegan marah yang harusnya bisa disampaikan dengan lebih totalitas. Apalagi kalau Ji Young depresi dan punya “Alter Ego” . Tapi entah kenapa gue merasa dia masih menahan diri saat dia switch ke karakter “Alter Ego” nya yang blak-blakan itu. Jadi, skor gabungannya, 3.75.

Untuk teknik pengambilan gambar, alur cerita, backsound : 4,5.

Total Skor : 4.25

Oiya, FYI, film Kim Ji Young Born 1982 ditonton oleh lebih dari 3 juta penonton hanya dalam jangka waktu 18 hari sejak pertama kali tayang di Korea Selatan. Box Office lagi nih Mas Gong Yoo!. Selain itu, film ini sebenarnya merupakan film yang diangkat dari sebuah Novel, dan Irene RV pernah terlihat membaca novel ini dan Ia jadi bahan bulan-bulanan netizen pria karena dianggap sebagai feminis. Beberapa fans pria malah memutuskan untuk tidak mengidolakannya lagi setelah mengetahui Irene membaca Novel ini. ( Haaaa! Lucuk sekali gaizzz! Baca Novel yang seleranya gak sesuai dengan harapan kalian aja kalian bisa langsung ngejudge yaaa… duh… ) Belum lagi ada Proyek Buku versi pria yang judulnya : Kim Ji Young Born 1990, sebagai parodi atas novel Cho Nam Joo yang mengangkat isu diskriminasi pria dari sisi terbalik. Dan… Jung Yu Mi sendiri bahkan sempat merasakan komentar kebencian ketika ia dikonfirmasi sebagai aktris yang akan memerankan KJY.

Jadi, bisa dirasakan betapa ‘beratnya’, pesan yang coba disampaikan penulis dan sutradara melalui film ini.

Nah, klo chingudeul belum nonton, buruan ajak sahabat, adik, atau keluarga buat nonton bareng sebelum filmnya turun dari peredaran. Hehe. Dijamin nggak bakal nyesel deh…

Pesan Ayu buat chingudeul khususnya teman-teman perempuan usia 30-an. Tetap semangat ya! Ceritalah segera ketika dada kalian mulai terasa sesak dan keteraturan dirumah tak lagi membuat tenang. Lakukan apa yang kalian ingin lakukan selagi bisa. Jika bercerita dirasa tak nyaman untuk jiwa, mungkin teman-teman bisa menuangkannya melalui gambar dan cerita. Oya, Jangan terlalu didengar pendapat mereka yang mengaku kenal kita hanya dalam sekelebat mata. Jika yang mereka katakan tak benar, Teman-teman bisa loh mengutarakan pendapat juga. Lebih baik bicara, daripada diam mendengar, lantas pura-pura seolah semua baik-baik saja.

Nah, Sekian Review Film Ayu kali ini, sampai jumpa di post story lainnya ya…

Wassalamualaikum Chingudeul!

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

%d bloggers like this: