Ayudevi Story : “Istirahat?”

Pagi itu, Aku menatap tumbuhan yang ditanam oleh Ibu, bibit-bibit sayuran yang seminggu lalu hanya sekedar benih, kini mulai muncul daun-daunnya.

Kalau dipikir-pikir, tanaman itu hebat ya?

Mahluk hidup yang satu itu, entah bagaimana caranya, mereka selalu punya cara untuk tumbuh dan berkembang, bahkan ketika mereka hanya diam dan tetap berada ditempatnya. Aku jadi bertanya-tanya, “Apakah mereka pernah beristirahat ?”

Liburan panjang di Minggu ketiga Agustus ini membuat Aku melakukan berbagai macam hal yang sebelumnya sudah lama tidak Ku lakukan. Rasanya bosan juga jika hanya tetap rebahan sambil nonton drama yang ceritanya nggak seru-seru amat. Well, setelah drama It’s Okay Not To Be Okay, rasa-rasanya belum ada lagi drama yang bisa menarik diri ini untuk tetap berada di depan layar tanpa merasa bosan, kecuali Flower Of Evil. Jadi aku yang bosan mencoba membantu Ibu memindahkan lidah buaya yang berserakan di halaman belakang rumah ke areal depan agar mereka bisa tumbuh di area yang lebih luas.

Sewaktu menggali lubang, aroma tanah basah menggelitik hidungku dengan sopan. Seketika itu juga Aku berpikir, “ Wah, kapan terakhir kali Aku main tanah tanpa khawatir kuku akan kotor? ” . Lihat, warna tanganku kini kontras sekali dengan warna tanah, sebuah pemikiran random lagi-lagi kembali muncul dikepalaku : ” Kira-kira, kenapa ya Allah menciptakan manusia dari tanah? “

Ada Belalang kecil melompat ke daun di hadapanku, dulu, aku bisa berjam-jam main di kebun Ibu menangkapi belalang-belalang kecil untuk kuberikan pada ayam peliharaan Bapak. Aku ingat juga bagaimana rasanya bermain tap jongkok dan layang-layang, bebas berlarian di halaman sekolah bersama teman-teman. Bersepeda dengan celana pendek, berkelana menjelajahi pemukiman, tanpa perlu memakai masker. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Kecuali satu hal, tentang apakah Ibu bakal marah atau tidak karena bajuku sudah pasti kotor saat pulang kerumah.

“Kasihan anak-anak kecil itu sekarang, mereka bahkan tidak bisa bebas bermain bersama teman-teman semenjak ada Corona..” gumamku sambil menggali lubang ketiga.

Zaman begitu banyak berubah dalam 10 tahun terakhir. Tapi Aku tidak pernah menyangka bahwa perubahan yang Aku rasakan akan seperti ini, Jaga Jarak, Terus-terusan bermasker, Standar New Normal.

Imajinasi perubahan yang Kubayangkan dalam kepalaku dulu, tahun 2020 adalah tahun dimana teknologi sudah sangat maju, seperti motor tanpa roda, Kereta Api kapsul, atau pintu virtual kemana saja.

Iya, Aku akui, aku penggemar doraemon.

Tenagaku mulai habis di lubang ke-empat. Well, aku bukan tipe orang yang suka berolahraga. Mungkin itu sebabnya, tubuhku mudah lelah ketika dipakai untuk melakukan pekerjaan yang bersifat fisik. Semenjak tahun lalu, waktu luangku di akhir minggu hanya kuhabiskan untuk rebahan dikamar memandangi layar 16:9, sungguh bukan suatu hal yang patut dibanggakan.

Kata orang, istirahat terbaik adalah dengan tidur, merebahkan diri diatas kasur, tanpa memikirkan apapun. Tapi definisi istirahat buatku tampaknya mulai hari ini akan sedikit berbeda.

Setelah terbiasa dengan begitu banyak instruksi, dikejar bayangan dateline laporan, waktu yang seolah terlalu sempit dan tak pernah cukup setiap kali berada di Kantor, istirahat menurutku adalah memiliki waktu untuk melakukan apa yang ingin Aku lakukan.

Mengisi blog tentang cerita simple menjalani hari, belajar edit foto/video, membantu Ibu berkebun, bermain bersama kucing-kucing, menyanyikan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan ( meski suara ini hanya sebatas level penyanyi kamar mandi ) adalah bentuk Istirahat buatku. Rasanya seperti kita berada didunia berbeda, ketika berhasil melakukan sesuatu yang memang kita inginkan di hari-hari tertentu.

Wah, Apa tydac makin capekkk? Bukannya paling enak istirahat adalah tidak melakukan apapun untuk beristirahat?

Hm… Kalau dipikir-pikir, ketika kita tidak melakukan apa-apa dan beristirahat pun, sebenarnya kita juga sedang melakukan sesuatu ya kan? Jadi saat istirahat pun pada dasarnya kita juga sedang melakukan sesuatu.

Okelah, mungkin yang paling lazim sekarang ini, istirahat adalah dengan rebahan, dimana katanya, posisi tersebut paling efektif untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang terpakai bekerja.

Tapi, sangking lazimnya rebahan dilakukan oleh banyak orang untuk beristirahat, bukan berarti istirahat tidak dapat dilakukan dalam bentuk lain yakan? Dan sebenarnya, tidak cuma sel-sel tubuh kita yang butuh butuh diregenerasi.

Kita juga perlu meregenerasi hal-hal lain diluar tubuh kita.

Bukankah skill kita, keluasan berpikir kita, juga seharusnya diregenerasi?

Seperti tanaman,

Yang tetap tumbuh dan berkembang meski tetap berada di tempatnya,

Rasa-rasanya akan lebih baik ketika waktu istirahat yang kita punya bisa kita habiskan dalam bentuk yang berbeda-beda, agar kita bisa tetap tumbuh, dan berkembang, di berbagai hal.

Well, ngga perlu banyak-banyak sih, tapi setidaknya ada yang berubah.

.

.

.

Wah, jadinya rapi juga kalau dijejer begini ” kata Ibu membuyarkan semua kerandoman dikepalaku.

My random vlog video : bisa dilihat disini

Lidah buaya yang berserakan di halaman belakang, kini terjejer rapi di halaman. Pelan-pelan aku berdoa, semoga lidah buaya yang kupindahkan hari ini, tumbuh dengan baik kedepannya.

Aku tersenyum puas,

Tidak begitu banyak hal yang Kulakukan, tapi Aku telah beristirahat dengan baik hari ini.

– Ayudevi Wiharjo, Agustus 2020 –

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

One thought on “Ayudevi Story : “Istirahat?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: