Apa Bagusnya “It’s Okay To Not Be Okay” ?

Assalamualaikum….

ANYYEONG haseo chinggudeul…

Jadi beberapa hari yang lalu ketika Ayu duduk manis di meja kantor sambil sarapan tahu goreng, teman-teman mulai bertanya rekomendasi drama apa yang harus mereka tonton.

Jujur aja, Ayu bingung mo jawab apa karena Ayu juga lagi bosen nonton drama, pengennya bobo cantik aja tiap mpe kerumah, keknya efek kelamaan libur setelah sekian lama ngga pernah libur justru bikin males menerjang, semacam…. kenyamanan yang datang secara tiba-tiba terus nggak mau kita akhiri. Well, emang yang bikin nyaman itu, rata-rata berbahaya sih. Candu soalnya #eàaaaaaaaaaaaaàaa *mulaitjurhatttt

Nah, setelah dipikirkan, dipahami, diresapi dan ditelaah dalam tempo sesingkat menyuapkan tahu goreng kedalam mulut, akhirnya Ayu menjawab,

hnggh hngghhh nughhhh ngghhh, hghhh!

Kok jawabannya begitu?

Ya kan tahu gorengnya masih didalam mulut Ayyy, mana bisa manusia normal ngejawab dengan suara jernih, Ayu kan bukan Ria Enest yang bisa bikin suara perut dan bikin boneka Susan bicara. Emang kalian pikir boneka Susan itu bisa bicara sendiri hah?

🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣

Oke, Jadi setelah Ayu selesai menelan gorengan, Ayu memberitahu teman-teman kalau It’s Okay to Not Be Okay itu bagus. Dan biar ngga ada lagi yang nanya, kenapa drama ini layak untuk ditonton, maka dengan ini kita akan mulai membahas alasan-alasannya. Apa chinggudeul sudah siap???

Iyain aja udah biar cepet…

1. Visual pemain utama yang bikin kita nyeletuk : “Masya Allah, Sungguh sempurna mahluk ciptaan mu ya Allah…”

Siapa yang disini benci sama Kim Soo Hyun atau Seo Yea Ji?, ayo ngaku aja deh sekarang, kita selesein baik-baik dengan cara kekeluargaan, diutarakan aja gitu, sebenarnya kamu itu ada masalah apa sama idupmu? Mari kita lihat kembali, betapa flawless nya mereka di drama ini

2. Alur cerita dengan dinamika yang mantap djiwa!

Dari awal promosi, Kim Soo Hyun bilang di salah satu interview nya bahwa drama ini bakal membuat kita ketawa-nangis-ketawa-nangis begitu seterusnya sampai habis. Dan ternyata ini bukan cuma sekedar promosi, tapi beneran ceritanya sebentar nangis sebentar ketawa. Sempet bertanya-tanya apakah Ayu adalah anak yang labil, kok sebaper ini sama drama, tapi ternyata banyak juga kok netizen yang merasakan hal yang sama. Jadi kalau kamu sebentar sedih, sebentar ngakak, jangan khawatir, emang drama ini begini kok efeknya.

3. Sinematografi yang keren dan timing yang pas

Suka bete kan kalau kita nonton drama yang adegan flashbacknya terlalu sering diulang-ulang? atau timing adegan yang kurang pas, atau terlalu lama berada dalam titik emosi tertentu, sehingga kita jadi merasa jenuh dan pengen ngeskip adegannya?. Nah, sutradara dan penulis naskah IOTNBO ini adalah salah satu kombinasi yang mantap djiwa, kolaborasi mereka berdua membuat feel drama ini sangat pas dan tepat pada waktunya. Pada saat menonton IOTNBO, pas udah mau dapet feel sedih bangetnya, ada aja selipan adegan yang bikin Ayu mendadak ketawa, begitupun sebaliknya, hebatnya, ini nya dibuat secara natural tanpa terkesan “maksa”. Mulai dari angle pengambilan gambar, sampai detil hal apa yang harus disorot untuk ngasih feel adegan itu ke penonton, semuanya dapet banget, dan ini penting banget yeorobun, karena ngga semua drama bisa bener-bener tersampaikan dengan baik kepada penontonnya hanya karena ketidakpiawaian dalam proses pengambilan, penataan, dan pengaturan timing adegan.

Kolaborasi penulis naskah dan sutradara yang matang benar-benar berasa di drama ini, sehingga semua scene nya benar-benar pada porsinya. Oiya, Fyi penulis naskah IOTNBO adalah penulis naskah yang sama untuk drama “The Juggler”

4. Make – Up dan Fashion yang menginspirasi

Kalau kalian memperhatikan fashionnya Seo Yea Ji sebagai Ko Mun Yeong, kalian pasti bakal Amaze sama bagaimana Seo Yea Ji terlihat sangat cantik dan baday beut disini. Aslinya Seo Yea Ji punya pinggang dan kaki yang super ramping, tapi dia terlihat sangat kuat, ditambah suara yang dalam dan riasan yang super detail, aura kuat SYJ sebagai KMY makin terasa. For you info, kalian semua bisa mengintip inspirasi make up look Seo Yea Ji sebagai Ko Mun Yeong disini

5. Makna mendalam tentang penerimaan diri

Ini sih yang paling penting, Dalam setiap drama, pada dasarnya pasti ada sebuah nilai yang bisa kita ambil. Dan salah satu nilai yang bisa kita ambil adalah tentang penerimaan keadaan diri. Apapun bentuknya, dan bagaimana kita menjalani hidup dengan semua yang diri kita miliki.

Seperti Moon Gang Tae selalu mengikuti kemanapun kakaknya pergi, ia menjadikan kekurangan kakaknya sebagai alasan untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, padahal sebenarnya Gang Tae hanya terlalu lelah dan bosan karena hidupnya tidak pernah ia gunakan untuk melakukan hal-hal yang benar-benar ia inginkan.

Dengan berpindah-pindah, MGT secara tidak langsung sebenarnya berharap keadaan akan berubah menjadi lebih baik ditempat yang baru.

Tapi sayangnya ia tidak pernah melakukan hal paling penting agar keadaan benar-benar berubah. Karena MGT hanya melarikan diri, tanpa menyelesaikan akar masalah dari semuanya. Butuh waktu sangat lama bagi MGT untuk mengakui dan menyadari bahwa sebenarnya ia butuh melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Menariknya, justru di desa tempat ia dan Sang Tae tinggal sewaktu kecil inilah, MGT baru mampu menyadari dan memahami bahwa ia harus menjadi bahagia dan kuat terlebih dahulu, sebelum ia mampu membahagiakan dan menopang hidup orang lain.

Kemudian kita juga belajar dari Moon Sang Tae yang berkebutuhan khusus dan terbiasa mendapat hal istimewa sehingga menjadi amat bergantung pada adiknya. Padahal sebenarnya, MST bisa melakukan hal-hal sederhana secara mandiri. Dan tentang trauma, MST mengajari kita bahwa trauma bukanlah hal untuk dihindari tetapi untuk dihadapi. Ketakutannya tentang kupu-kupu membuat hidupnya mandeg dan tidak berkembang, ditambah orang-orang di sekitarnya terbiasa mendampingi MST hanya karena mereka terlalu khawatir MST akan tantrum dan membuat masalah, alias kumat.

Padahal jika orang-orang di sekitarnya mau telaten serta berani memberikan kepercayaan, orang-orang seperti MST sebenarnya juga bisa diberi pengertian dan mampu berkomunikasi dan bekerja dengan baik.

Lucu memang, adakalanya sebagai manusia biasa, kita justru sering gagal memahami apa yang orang lain butuhkan. Dan hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia kebanyakan, malah dapat dirasakan oleh orang-orang berkebutuhan khusus seperti MST.

Nah, kira-kira segitu dulu yang Ayu bahas dari drama paling fenomenal di pertengahan 2020 ini, kalau 5 alasan yang Ayu sampaikan diatas masih belum menggugah dirimu buat nonton drama korea yang lagi anget ini, selowwww, nggak papa kok prenn, It’s okay to be different, sama seperti orang-orang yang hidup di bumi, amat sangat wajar jika kamu punya pendapat dan selera yang berbeda dengan selera dan pendapat Ayu, kenapa? Ya karena kita manusia, tidak harus selalu sama, tidak perlu harus terus merasa baik-baik saja, kita memiliki berbagai macam sudut pandang, dan kita juga punya berbagai jenis emosi yang dapat kita rasakan, so feel free to feel all of it, don’t hesitate, because sometimes, It’s Okay To Not Be Okay 😉

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

One thought on “Apa Bagusnya “It’s Okay To Not Be Okay” ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: