Emily In Paris, dan 4 Pelajaran Penting di Dalamnya

Jadi ceritanya Jum’at kemarin Akoooh dan man teman satu bagian di Kantor, dipanggil untuk menghadap Boss Baru dikantor. Boss Baru ini akan duduk secara resmi per 01 November 2020, dan Kami semua deg – degan karena Beliau terkenal perfeksionis dan super duper keras. Dan bagian Gue dimulai dari Pkl. 13.00 WIB.

Ketika satu persatu dipanggil menghadap, jujur aja Gue mulai deg – degan, karena urutan pemanggilan ternyata nggak sesuai dengan schedule, tapi tergantung pada nama yang diminta masuk oleh teman – teman yang sudah dipanggil duluan. Jadi tiap ada yang masuk ke ruangan, yang diluar pada kepikiran, ” Abis ini giliran siapa ya? “

Hingga akhirnya, giliran nama gue yang dipanggil sama temen gue. Gue yang anaknya jujur dan apa adanya, menjawab pertanyaan Beliau dengan keapa-adaaanya diri gue. Perbincangan berlangsung lumayan santai dan entah bagaimana akhirnya ketika Beliau selesai bertanya, dan gue pun selesai menanyakan beberapa hal kepada Beliau, tiba – tiba Bos baru gue ini berkata dengan ekspresi super datar :

” Tugas Kamu sekarang, Tonton Emily In Paris di Netflix, Kalau kamu ngga punya, langganan dulu, cuma 20 ribuan nanti saya kasih linknya. Terus, terhitung 7 hari dari sekarang, Kamu buat Resumenya, Lesson Learning nya apa saja, dan kenapa saya minta kamu nonton film itu “

Gue yang ngga bawa kertas buat nyatet akhirnya terpaksa minta kertas sama Ibu Section Head Human Capital yang duduk disamping Bu Boss Baru, dan mencatat PR Pertama dari Beliau. Iyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, Boss Baru gue itu cewek, Virgo. Jadi ndak usah heran kalau Beliau udah nyentrik dan perfeksionis.

Oke, awalnya gue ngga paham, kenapa gue malah disuruh nonton film? dari sekian temen – temen yang dipanggil menghadap, cuma gue dan satu rekan kerja gue yang dikasih PR buat nonton film Emily In Paris. Dan ternyata ceritanya para temen gue yang ngga dikasih PR ini lumayan bikin jantung jadi olahraga, alias dikasih pilihan yang bikin deg – degan. Tapi sayangnya gue ngga bisa mengutarakannya disini karena bakal panjang. So gue akan mulai langsung aja ke Review Emily In Paris versi gue.


Emily In Paris berkisah tentang seorang cewek yang bekerja di sebuah perusahaan marketing, Emily ( Lily Collins ) mendadak harus menggantikan atasannya. Ia dipercaya oleh Madeline ( Kate Walsh ) untuk pergi ke Paris dan berbagi sudut pandang marketing ala Amrik.

Emily yang memiliki sifat positif dan periang sangat senang dengan tugas yang diberikan oleh Madeline. Ia tidak memikirkan sama sekali kendala apa saja yang akan Ia hadapi di Paris nantinya, Emily juga agak nekat menerima tugas tersebut, mengingat Ia sama sekali tidak bisa berbahasa Prancis.

Ada banyak masalah yang dihadapi Emily di Paris, mulai dari sistem marketing di paris yang benar – benar berbeda dengan sistem marketing di AS, – yang ternyata lebih liberal daripada di Amrik. Dan juga soal pimpinan barunya di Paris bernama Sylvie (Phillipine Leroy-Beaulieu) yang selalu bersikap keras kepadanya.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari “ Emily In Paris? “

Terlepas dari skandal percintaan didalamnya, Emily In Paris memberikan beberapa point penting yang bisa diaplikasikan dalam dunia kerja seperti :

  1. Harus Punya Pemikiran yang Out Of The Box

Sebagai seseorang yang bekerja di bidang marketing, Emily selalu punya ide yang brilian. Dimanapun dia berada, Emily mampu menjadikannya sebagai ide untuk mempromosikan produk / brand yang ditanganinya sehingga menjadi viral dan di sukai banyak orang. Contohnya seperti membuat Instalasi Spot Instagramable ( Photobooth ) berupa tempat tidur untuk mengiklankan bahwa brand tersebut adalah ranjang terbaik yang membuat penggunanya dapat tidur dengan nyaman dimana saja.

2. Berani Menyampaikan Pendapat

Meskipun Emily tidak dapat berbahasa Prancis, Emily tidak kehilangan akal untuk dapat terus berkomunikasi dengan rekan kerjanya. Apalagi untuk menyampaikan pendapat. Emily menggunakan berbagai cara seperti menggunakan Google Translate dan ikut kelas Bahasa Prancis agar Ia bisa menyampaikan ide – ide marketingnya. Meskipun butuh waktu cukup lama, tapi lambat laun pendapat Emily mulai didengarkan oleh rekan kerja dan atasannya

3. Jadilah Pribadi Yang Tangguh dan Tidak Mudah Menyerah

Sebenarnya menjadi Emily tidaklah mudah, sejak awal datang ke Paris, Ia harus berhadapan dengan berbagai kesulitan, mulai dari kendala Bahasa, Apartemen 5 lantai yang tidak menyediakan lift sama sekali, Sikap rekan kerjanya yang tidak bersahabat, ditambah atasannya yang bersikap super duper keras. Namun semua kesulitan itu tidak menjadikan Emily ciut dan berkecil hati. Emily justru menjadi lebih bersemangat dan merasa tertantang untuk menaklukkan Paris dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk bertahan dan membuktikan bahwa Ia layak bekerja disana.

4. Masalah = Pelajaran

Pekerjaan Emily tidak selalu lancar, adakalanya Emily salah mengambil langkah dan hasil kerjanya menimbulkan efek diluar ekspektasi. Namun Emily tidak pernah berhenti. Ia selalu berani melangkah dan bertanggung jawab. Seperti ketika menghadapi klien sekelas Pierre Cadault, Emily menghadapi hal diluar dugaan karena dress hasil karya Pierre malah menjadi bulan – bulanan di malam acara amal oleh brand competitor yang lebih muda dan lebih fresh. Meskipun setelah kejadian tersebut Emily dimarahi habis-habisan oleh atasannya bahkan sempat dipecat, Emily tidak takut untuk menghampiri dan meminta maaf secara langsung kepada Pierre Cadault.

Kenapa Boss Baru minta gue untuk menonton Film ini?

Setiap pemimpin punya cara tersendiri untuk mengarahkan anak buahnya. Ada yang menggunakan cara langsung dengan memberikan petuah atau nasihat, ada yang menggunakan cara lama dengan mendikte berbagai macam hal dari A-Z, ada juga yang seperti Bu Boss Baru gue, mengarahkan dengan cara yang unik, yang out of the box.

Well, yah…Beberapa orang mungkin akan merasa tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan ini karena mereka belum terbiasa, atau sebaliknya, karena mereka sudah terlalu terbiasa didikte dan diingatkan.

Emily In Paris membuat gue sedikit mengerti apa yang Bos baru gue harapkan dari staff – staff yang akan bekerja dibawah kepemimpinan Beliau. Seperti Emily, kami harus mampu berpikir kreatif, Out Of The Box, pantang menyerah, berani menyampaikan pendapat dan juga mampu menjadikan masalah sebagai pelajaran dan tentunya, berani bertanggung jawab. Karena zaman selamanya akan terus berubah, jika pola pikir para staff masih saja sama dan memakai cara – cara lama, tentunya kantor gue nggak akan maju. Ditambah lagi dengan kondisi saat ini dimana persaingan bisnis lagi ketat-ketatnya. Intinya, jika kami ngga bisa berubah, maka perubahanlah yang akan menggerus kami.

Gue nggak tau gimana respon Bos Baru Gue saat nanti membaca resume film Emily In Paris versi gue ini. Tapi mudah – mudahan, apa yang gue rasakan setelah menonton film dapat tersampaikan dengan baik, nggak cuma ke Boss Baru gue aja, tapi juga ke para pembaca setia Blog Gue. Hehehehe…

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: