Sibuk?

Belakangan ini waktu me time jadi semakin berkurang, bahkan ngepost untuk medsos pribadi aja cuma seminggu sekali, itupun kadang kepotong sama waktu buat ngupdate blog, nyuci baju, nyetrika, belum searching – searching info content untuk pengembangan skill pribadi.

Bikin Ndeph bertanya – tanya, untuk apa sih sebenernya semua ini gue lakuin? kenapa sih ngga bisa sedikit cuek dan bersikap bodo amat? Apa cuma perusahaan Ndeph yang perusahaannya sesibuk ini?

Tapi ternyata enggak Guys, tekanan kerja selama pandemi ini tuh emang damagenya bener – bener dahsyat. Banyak perusahaan yang terpaksa nge Lay Off in karyawan mereka akibat dampak pandemic, termasuk perusahaan tempat Gue kerja.

Sempet curhat sama temen yang kebetulan pada gawe di kawasan elite dan dia nasehatin Ndeph :

” I know your feel Ndeph… tapi tahan – tahanin aja dulu, semua lagi kek gini juga, nyari kerja makin susah sekarang ”

” Boleh aja klo lu mau resign, tapi lu udah ada gantinya belon?”

” Inget aja ma cicilan Ndeph klo udah mo nyerah, karena lebih pusing dikejar cicilan daripada dikasih kerjaan dan dateline ”

So, selama beberapa hari belakangan ini, Ndeph kek ngerasa down banget, apalagi jujur, banyak teman – teman yang udah gawe lama bareng Ndeph, per Desember ini tiba-tiba bubar jalan dalam waktu yang berbarengan, semacam punya keluarga harmonis yang tiba – tiba broken dalam sekejap. Ada yang memang sudah siap, ada yang masih bingung, ada yang ‘yaudah liat aja nanti kedepannya setelah ini’

Sedih? Iya. Down? Pasti. Takut? Wajar.

Masalahnya, ngerasa sedih dan down karena suasana kerja yang ngga sesuai harapan terus menerus juga nggak akan mengubah keadaan ya ngga sih

Semacam kita lagi berlayar dilaut. Kapal sudah dihantam badai, nahkoda ikut kena hempas, pilihannya sekarang adalah mau lompat kelaut saat laut lagi ganas-ganasnya, atau segera ambil alih kemudi, atur rencana dengan kru yang masih tersisa, dan mungkin melompat ke sekoci nanti kalau badai udah reda. Toh badai juga nggak akan terus-terusan bukan?

So Ndeph mencoba menerima keadaan. Belajar hal – hal baru lagi untuk mempermudah dan mempercepat kerjaan. Lebih sabar lagi ngadepin teman – teman baru yang Ndeph tau, skillnya jelas berbeda dengan skill yang Ndeph punya, mencoba lebih rendah hati menerima keberadaan dan keputusan orang lain yang selama ini kurang familiar dengan hidup Ndeph

Kok kesannya kek ngalah banget ya? Kok kesannya kek nrimo banget ya? Nope. Nggak juga, karena pada dasarnya, klo kita sharing ilmu, sharing pengetahuan sebenarnya itu secara nggak langsung kita juga sedang melatih untuk memprofesionalkan diri kita sendiri.

Ingat nggak waktu jaman sekolah? Anak yang paling pintar itu bukan anak yang bisa ngerjain soal saat sedang dikasih ujian, tapi anak yang bisa ngajarin teman – temannya sampai teman – temannya juga bisa ngerjain juga sama seperti dia mengerjakan soal itu.

Loh, tapi kan capek, tapi kan butuh waktu?

Emang.

Tapi ada sesuatu yang berkembang dalam diri kita ketika kita berbagi ilmu ke orang lain. Ilmu yang kita punya nggak lagi ‘diluar kepala’, tapi melekat dan semacam jadi reaksi otomatis ketika kita menghadapi persoalan yang serupa dan sejenis. Misal, orang yang mahir matematika, akan merasa sangat mudah mengerjakan hitungan karena selama bertahun – tahun mengerjakan soal yang kurang lebih sama formulanya. Dan ketika kita terbiasa, hal – hal yang tadinya membuat kita takut, hal – hal yang tadinya jadi momok buat kita, lama – lama nggak lagi jadi hal yang menakutkan.

Jadi…..sibuk yang Ndeph takutkan dan bikin Ndeph down sekarang ini, sebenarnya kelak juga akan ada fasenya sendiri untuk ngga menakutkan lagi.

Lelah? Pasti. Capek? Iya.

Tapi bersyukur karena dengan capek dan lelah itu, kita bisa ngerasain yang namanya tidur nyenyak, kita masih bisa ngerasain berkah dan rezeki kerja yang sekarang ini sudah jadi semacam kemewahan bagi sebagian orang. Kita masih bisa beli makanan dan barang yang kita mau karena kita tau kita masih punya pendapatan, dan yang terpenting, Kita nggak jadi beban orang lain karena kita masih mandiri dan berpenghasilan.

It’s Okay klo sometimes kita ngerasa nggak sanggup menjalani semuanya.

Manusiawi kok.

Tapi inget, jangan lama – lama, buruan bangkit lagi. Kamu Bisa, Kita Bisa, Pasti Bisa.

Dan buat teman – teman yang sedang merasakan perasaan yang sama diluar sana. Semangat! Tetap berpikir positif… Kita mungkin nggak akan pernah tau kapan ini semua akan berakhir. Tapi setidaknya, Kita tau apa yang bisa kita lakukan sekarang agar keadaan bisa jadi lebih baik, Dimulai dengan mensyukuri apa yang kita miliki sekarang.

Gimana toh? Sibuk kok malah bersyukur?

Hehehe, ada hal – hal dalam hidup yang ngga bisa dijabarin sama logika memang, tapi dalam keadaan terdesak sekalipun, bersyukur dan berpikir jernih rasanya adalah dua hal yang terbaik untuk dilakukan.

Well, at least we not create a new problem, while we try to solve the problem, until we have a good solution for this problem.

Ndeph percaya, akan ada jalannya sendiri untuk masalah yang kita hadapi sekarang ini. Asal kita mau belajar, asal kita mau berbuat baik, asal kita mau berubah.

“Sepanjang kita yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, selalu belajar untuk lebih baik, terbuka dengan masukan, rasa nyaman dan tenteram itu akan datang. Kemuliaan hidup tidak pernah tertukar.” ― Tere Liye

Nah, kalau teman – teman sendiri, ada curhatan/ share apa nih terkait kerjaan yang bikin kita sibuk belakangan ini?

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: