Pertanyaan yang terkadang membingungkan

Malam minggu kemarin salah satu sahabat saya mengajak bertemu malam-malam. Hari ini juga. Berbeda orang namun ada pertanyaan yang sama ketika kami tidak lagi membahas soal pekerjaan yang menjadi agenda utama. Oiya, keduanya sama-sama sudah menikah.

Tunggu-tunggu, kenapa kok ketemu dengan sahabat beda gender malam-malam? Emang gda waktu laen?

Ya abisnya gimana.. Bukan karena sengaja juga, tapi karena kami semua sibuk dan satu-satunya waktu yang cocok adalah weekend. Pertemuan tatap muka Itupun baru bisa terpenuhi setelah saya selesai bekerja. Dan bisa dibilang, terlalu banyak hal yang membuat pertemuan kami harus tertunda, sementara mimpi – mimpi harus segera terlaksana sebelum menguap dan jadi sekedar ide belaka.

Semakin bertambahnya usia, kita semua tahu, teman-teman semakin berkurang jumlahnya karena berbagai macam hal.

Entah karena kualitasnya, karena ketidaksamaan visi misi atau karena hal-hal receh lainnya. Jadi Kamu otomatis akan sangat bersyukur ketika kamu mengetahui ada teman yang punya kesamaan interest, kesamaan visi misi, dan juga mungkin, kesamaan latar belakang.

Selama ini, saya membatasi lingkungan pergaulan saya karena saya merasa tidak enak. Kebanyakan teman saya rata-rata sudah menikah, dan saya sangat aware sekali dengan sakralnya sebuah hubungan pernikahan. Dan kebetulan kebanyakan teman saya bergender laki-laki. Lucunya, bukan mereka yang risih, malah cenderung sayanya yang risih, karena percayalah, tidak enak bertemu malam-malam dengan seseorang yang sudah beristri meskipun hal yang kami bahas adalah pure soal pekerjaan.
Dan bagi orang yang sangat menghormati makna pernikahan, saya sangat mengerti betul kalau ada kemungkinan-kemungkinan Istri teman saya akan merasa cemburu. Walau saya juga bingung, kenapa harus cemburu pada orang seperti saya ( menatap pantulan wajah di cermin yang terlihat sangat standar…). Itulah sebabnya saya selalu pasang mode datar dan dingin kepada semua teman laki-laki.

Yang parahnya belakangan malah jadi semacam karakter.

Saya nggak menunjukkan sisi feminin saya ketika ada seorang laki-laki single yang mencoba mendekat.

contohnya, nggak mudah bagi saya buat tersenyum ketika mendengar gombalan ala-ala meskipun gombalan itu hanya sekedar bercanda ( padahal kebanyakan laki-laki biasanya senang ketika cewek memberikan respon, minimal mesem atau sekedar agak kaget,.ketika kata-kata rayuan mereka dilontarkan ke udara.. ) dan saya ngga bisa antusias ketika membalas chat dengan lawan jenis meski saya tau orang ini sedang berusaha mendekati saya. Mekanisme pertahanan yang saya buat akibat belajar dari masa lalu sudah menjadi sedemikian tinggi dan tebalnya, hingga saya rasa, nggak akan ada satu orang yang bakal bisa menembus dinding yang telah saya bangun.

Dan semua teman-teman saya yang saya masih temui hingga hari ini, rata-rata pasti menanyakan hal yang sama, ” Bagaimana kehidupan percintaan lu? Gimana ada perkembangan nggak? “

Bukannya saya tidak menghargai kekepoan sahabat-sahabat saya, tapi jujur saja, saya sendiri juga ga ngerti kenapa saya bisa senyaman ini dengan diri sendiri. Kelewat nyaman malah.

Saya juga bingung bagaimana cewek-cewek lain bisa merasa insecure kalau mereka belum menikah diusia yg terbilang masih-sangat-muda, sementara saya malah seolah lupa kalau saya sudah waktunya.

Kalau teman-teman saya bertanya, ” Emang kamu nggak pengen punya anak..?” , sebagai wanita normal tentunya kepengen.. tapi realitanya sebelum punya anak kan harus ada calon Ayahnya dulu, dan calon Ayahnya ini bukan barang yang bisa diretur kalau tidak sesuai ekspektasi atau mendadak rusak pada saat pemakaian. Sama seperti saya yang juga pastinya tidak akan jadi manusia yang sama lagi kalau ketemu dengan seseorang yang salah. Karena kita semua manusia, dan sedikit banyak, pastinya belajar dari kehidupan.

Akhirnya ya saya cuma bisa ketawa ketika ditanya dan kasih jawaban, ” Gatau juga, nggak ada kepikiran kesana, dan belum melihat alasan kuat untuk mikirin hal-hal itu untuk saat ini… “

Jadi post ini intinya buat template jawaban aja  sih, Ya… kan keren kalau mereka nanya, saya cukup jawab, ” Nah, soal ini gue udah ceritain di Blog Gue.. gih lu mampir, Iqra gih bentar…lumayan bantu gue naikin traffic..”

Wkwkwkwkwkwk..

Btw, Cuaca hari ini cukup cerah ngga sih?

Published by ayudevistory

Happy girl in a Happy world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: